WHAT'S NEW?
Loading...
Sudirman Said bersama Ketum Gerindra, Prabowo Subianto

JAKARTA -- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto resmi mengusung Sudirman Said sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2018 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Prabowo langsung dari kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (13/12). "Setelah kita adakan canvasing, rembug, akhirnya kita putuskan untuk Jawa Tengah akan mencalonkan saudara Sudirman Said sebagai calon gubernur," kata Prabowo.

Keputusan tersebut dilakukan setelah melalui pertimbangan di antara dua bakal Calon Gubernur Jawa Tengah yaitu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono dan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Prabowo mengaku berat dalam memutuskan satu di antara dua nama yang ada. Namun ia meminta Ferry Juliantono untuk tugas lain yang lebih besar yang sudah disiapkan. 

Ia juga memuji sikap Ferry yang legowo dan memberi dukungan sepenuhnya pada Sudirman Said. "Tidak ada kader yang seperti beliau," kata Prabowo puji Ferry. Beberapa tokoh yang hadir antara lain, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, Plt Ketua DPR RI, Fadli Zon, Rahmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Ahmad Dhani, dan beberapa tokoh ulama serta akademisi Jawa Tengah.

Sumber: republika.co.id
 
Ketua FPKS DPRD Boyolali, ALi Hufroni, ST.

BOYOLALI (10/11) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kabupaten Boyolali mempertanyakan kinerja panitia penyelenggara seleksi perangkat desa Kabupaten Boyolali. Pasalnya, seleksi tersebut banyak diprotes oleh peserta dan menimbulkan kontroversi. Proses seleksi ditanggapi dengan ketidakpuasan oleh peserta. Ada beberapa hal janggal yang menyisakan pertanyaan atas kinerja panitia penyelenggara seleksi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (9/11/2017), pengumuman hasil seleksi di hampir semua wilayah Boyolali tidak sesuai jadwal, yaitu Rabu (8/11/2017). Tak sedikit peserta yang menanti di balai desa sejak Rabu siang, sore, hingga malam hari. Bahkan, di antara mereka ada yang menanti hingga Kamis (9/11/2017) dini hari.

Selain pengumuman hasil ujian yang molor, ditemukan juga kejanggalan lain seperti munculnya nilai kosong, adanya peserta yang tidak mengikuti ujian tapi nilainya tetap keluar, guru agama yang memperoleh nilai rendah untuk ujian agama, dan sarjana cumlaude yang tidak lolos ujian. Kasus lain terjadi di Desa Mlese, Juwangi, misalnya, salah satu peserta yang tidak mengikuti ujian Matematika dan Pemerintahan Desa, ternyata nilainya tetap keluar dan bahkan mengalahkan peserta seleksi lain.

Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Ali Hufroni menyatakan bahwa sudah ada beberapa aduan dari masyarakat terkait hal tersebut, “Sudah ada beberapa pengaduan yang masuk terkait seleksi Perdes ini. Ada yang melaporkan nilai ujian yang keluar agak aneh. Misalnya, ada guru agama yang nilai ujian agamanya cuma 16. Ada juga lulusan IAIN yang jago bahasa Arab, nilai agamanya hanya 28. Ini perlu diklarifikasi.”

Menanggapi kejanggalan proses seleksi yang terjadi, Ali kemudian mempertanyakan kinerja penyelenggara seleksi, “Seharusnya kejanggalan-kejanggalan ini diminimalisir. Kalau seperti ini, banyak keluhan dari masyarakat, kinerja penyelenggara seleksi perlu dipertanyakan.”

JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah meminta secara resmi Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadi saksi nikah bagi putrinya, Kahiyang Ayu yang akan menikah di Solo, Jawa Tengah pada 8 November 2017.

Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah mengatakan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa bahwa Presiden Jokowi hadir di kediaman resmi Wapres di Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pertemuan sekitar 30 menit, Presiden meminta secara resmi kepada Pak Wapres untuk menjadi saksi nikah Kahiyang,” kata dia.

Presiden Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putrinya Kahiyang Ayu yang diterima oleh Wapres dan Mufidah Jusuf Kalla.

“Pak Wapres menyatakan bersedia dan mengucapkan selamat kepada Kahiyang, serta mendoakan agar acara pernikahan berjalan lancar,” tutur Husain.

Akad nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan dilaksanakan di Gedung Graha Sabah Buwana, Surakarta Jawa Tengah, Rabu (8/11) pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan acara resepsi di tempat yang sama, namun dibagi menjadi dua sesi, yakni siang pada pukul 10.30-11.30 WIB dan 12.00-13.00 WIB.

Selanjutnya, resepsi malam hari pada pukul 18.30-19.30 WIB dan 20.00-21.00 WIB di tempat yang sama.

Husain Abdulla menyampaikan bahwa Wapres Jusuf Kalla juga akan menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang dan Bobby setelah menjadi saksi nikah dari pihak pengantin putri. (JWN3/Ant)

Sumber: jowonews

Boyolali (31/10) – Sebuah bus jurusan Cepogo - Selo yang mengangkut 14 penumpang lepas kendali di jalur wisata Solo-Selo-Borobudur, tepatnya di turunan Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa siang (31/10). Akibatnya bus meluncur tak terkendali dan menabrak tebing yang ada di depannya. Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa 2 orang, sedangkan penumpang lainnya luka-luka. Korban meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali. Sedangkan korban luka-luka sebagian dibawa ke Puskesmas Cepogo dan RSU Pandan Arang.

Kecelakaan ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB, bus yang bernama Sayur Gunung ini melaju dari arah Selo menuju Boyolali. Sampai di tikungan Dusun Bendo, bus diduga mengalami rem blong. Karena bus melaju tak terkendali, lantas sopir bus membanting setir ke tebing ladang warga.

Benturan keras pun terjadi, sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Mengetahui kecelakaan, warga sekitar langsung berdatangan untuk mengevakuasi para korban. Sesaat kemudian polisi datang ikut mengevakuasi. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dibawa ke Puskesmas Cepogo dan RSUD Pandan Arang Boyolali. [HSM]

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, SH menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPUD Boyolali

Boyolali (16/10) - Sejumlah Pengurus PKS Kabupaten Boyolali hari ini, Senin (16/10) mendatangi kantor KPU Boyolali. Tujuannya adalah untuk mendaftar sebagai partai peserta pemilu 2019 di Kabupaten Boyolali. Sebagaimana diketahui, pendaftaran administratif peserta pemilu 2019 hari terakhir adalah hari ini Senin 16 Oktober 2017 pukul 24.00 WIB.


Dipimpin Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, para pengurus menyerahkan berkas pendaftaran sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu berkas administrasi yang menjadi syarat kepesertaan Pemilu 2019. ”Berkas yang kami bawa ini sudah memenuhi jumlah minimal dukungan yang disyaratkan. Kami membawa berkas sejumlah 1399 fotokopi KTP dukungan dari kader dan simpatisan PKS” terangnya.

Lebih lanjut, Nur Achmad menjelaskan bahwa berkas administrasi yang dibawa sudah sesuai dengan Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) milik KPU.



Setelah melalui pengecekan administratif, berkas pendaftaran dinyatakan lengkap dan mendapatkan tanda terima dari KPUD.

"Alhamdulillah berkas pendaftaran dari kami dinyatakan lengkap. Ini membuktikan kalau kami serius dan optimis menyongsong pemilu 2019" Jelasnya.

Menghadapi Pemilu 2019, pihaknya menargetkan 7 kursi DPRD Boyolali. ”Target kami pada pemilu 2019 adalah meraih 7 kursi DPRD Boyolali sesuai dengan amanah Musda” Pungkasnya.

BOYOLALI - Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Banyubening menggelar lomba gigi bersih dan sehat untuk anak-anak Ahad (8/10) bertempat di RSUI Banyubening. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Acara yang awalnya ditargetkan diikuti oleh 50 peserta, ternyata membludak diikuti oleh ratusan warga.

"Ini menunjukkan masyarakat mulai peduli terhadap kesehatan gigi terutama anak-anak," kata Direktur RSUI Banyubening, dr. Nurul Fitri Ishvari. 

Lebih lanjut, dr. Nurul Fitri menjelaskan bahwa menjaga fungsi gigi cukup vital untuk siapapun. Sebagai organ yang membantu fungsi pencernaan tersebut, maka amat penting untuk dijaga sejak dini.

Dari lomba tersebut, selanjutnya dipilih 6 peserta terbaik sebagai juara. Selanjutnya, keenam peserta terbaik tersebut akan mendapat pembinaan kesehatan dan kebersihan gigi.

"Pemenang juga akan diikutkan sebagai peserta lomba dan menjadi perwakilan RSUI Banyubening," kata dr. Nurul.
Foto: Ilustrasi
BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali akan menggelar Festival Reog besok pagi Minggu 01 Oktober 2017. Kegiatan bertajuk Festival Reog Bhayangkara 2017 ini digelar oleh Pemkab Boyolali bekerja sama dengan Polres Boyolali dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sekitar 100 kelompok kesenian dari berbagai daerah di Kabupaten Boyolali akan memeriahkan kegiatan ini.

Selain reog, juga akan ditampilkan puluhan kelompok kesenian lokal seperti kuda kepang, jathilan, musik campur sari, kethoprak yang dimainkan oleh perangkat desa dan lurah se-Boyolali, serta Barongsai dan Marching Band SMA Taruna Nusantara.


Ketua panitia Festival Reog Bhayangkara, Ribut Budi Santosa mengatakan bahwa festival akan  digelar dengan cara kirab di sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali mulai depan Kantor Satuan Lantas menuju panggung utama di Simpang Lima. Peserta festival akan menyuguhkan kebolehannya di setiap perjalanan kirab untuk menghibur masyarakat Boyolali

“Kami juga akan menyajikan berbagai kuliner lokal agar lebih dikenal masyarakat. Kami ingin keberagaman hadir untuk menjaga Pancasila dan Kebhinekaan pada 1 Oktober,” katanya.

Festival tersebut digelar juga dengan tujuan menjaga kelestarian budaya dan tradisi lokal. Boyolali memiliki ratusan kelompok kesenian daerah dari berbagai jenis yang berpotensi menjadi daya tarik wisatawan.

“Kekayaan seni budaya ini harus tetap dijaga, dan salah satunya dengan kegiatan festival kesenian rakyat mendorong kelompok kesenian untuk terus berkreasi,” pungkasnya.