WHAT'S NEW?
Loading...

Gerindra Resmi Usung Sudirman Said Dalam Pilgub Jateng

Sudirman Said bersama Ketum Gerindra, Prabowo Subianto

JAKARTA -- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto resmi mengusung Sudirman Said sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2018 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Prabowo langsung dari kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (13/12). "Setelah kita adakan canvasing, rembug, akhirnya kita putuskan untuk Jawa Tengah akan mencalonkan saudara Sudirman Said sebagai calon gubernur," kata Prabowo.

Keputusan tersebut dilakukan setelah melalui pertimbangan di antara dua bakal Calon Gubernur Jawa Tengah yaitu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono dan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Prabowo mengaku berat dalam memutuskan satu di antara dua nama yang ada. Namun ia meminta Ferry Juliantono untuk tugas lain yang lebih besar yang sudah disiapkan. 

Ia juga memuji sikap Ferry yang legowo dan memberi dukungan sepenuhnya pada Sudirman Said. "Tidak ada kader yang seperti beliau," kata Prabowo puji Ferry. Beberapa tokoh yang hadir antara lain, Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, Plt Ketua DPR RI, Fadli Zon, Rahmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Ahmad Dhani, dan beberapa tokoh ulama serta akademisi Jawa Tengah.

Sumber: republika.co.id

Banyak Kontroversi, FPKS Pertanyakan Kinerja Penyelenggara Seleksi Perangkat Desa

 
Ketua FPKS DPRD Boyolali, ALi Hufroni, ST.

BOYOLALI (10/11) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kabupaten Boyolali mempertanyakan kinerja panitia penyelenggara seleksi perangkat desa Kabupaten Boyolali. Pasalnya, seleksi tersebut banyak diprotes oleh peserta dan menimbulkan kontroversi. Proses seleksi ditanggapi dengan ketidakpuasan oleh peserta. Ada beberapa hal janggal yang menyisakan pertanyaan atas kinerja panitia penyelenggara seleksi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (9/11/2017), pengumuman hasil seleksi di hampir semua wilayah Boyolali tidak sesuai jadwal, yaitu Rabu (8/11/2017). Tak sedikit peserta yang menanti di balai desa sejak Rabu siang, sore, hingga malam hari. Bahkan, di antara mereka ada yang menanti hingga Kamis (9/11/2017) dini hari.

Selain pengumuman hasil ujian yang molor, ditemukan juga kejanggalan lain seperti munculnya nilai kosong, adanya peserta yang tidak mengikuti ujian tapi nilainya tetap keluar, guru agama yang memperoleh nilai rendah untuk ujian agama, dan sarjana cumlaude yang tidak lolos ujian. Kasus lain terjadi di Desa Mlese, Juwangi, misalnya, salah satu peserta yang tidak mengikuti ujian Matematika dan Pemerintahan Desa, ternyata nilainya tetap keluar dan bahkan mengalahkan peserta seleksi lain.

Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Ali Hufroni menyatakan bahwa sudah ada beberapa aduan dari masyarakat terkait hal tersebut, “Sudah ada beberapa pengaduan yang masuk terkait seleksi Perdes ini. Ada yang melaporkan nilai ujian yang keluar agak aneh. Misalnya, ada guru agama yang nilai ujian agamanya cuma 16. Ada juga lulusan IAIN yang jago bahasa Arab, nilai agamanya hanya 28. Ini perlu diklarifikasi.”

Menanggapi kejanggalan proses seleksi yang terjadi, Ali kemudian mempertanyakan kinerja penyelenggara seleksi, “Seharusnya kejanggalan-kejanggalan ini diminimalisir. Kalau seperti ini, banyak keluhan dari masyarakat, kinerja penyelenggara seleksi perlu dipertanyakan.”

Jokowi Minta Jusuf Kalla Jadi Saksi Nikah Kahiyang


JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah meminta secara resmi Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjadi saksi nikah bagi putrinya, Kahiyang Ayu yang akan menikah di Solo, Jawa Tengah pada 8 November 2017.

Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah mengatakan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa bahwa Presiden Jokowi hadir di kediaman resmi Wapres di Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pertemuan sekitar 30 menit, Presiden meminta secara resmi kepada Pak Wapres untuk menjadi saksi nikah Kahiyang,” kata dia.

Presiden Jokowi hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan putrinya Kahiyang Ayu yang diterima oleh Wapres dan Mufidah Jusuf Kalla.

“Pak Wapres menyatakan bersedia dan mengucapkan selamat kepada Kahiyang, serta mendoakan agar acara pernikahan berjalan lancar,” tutur Husain.

Akad nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution akan dilaksanakan di Gedung Graha Sabah Buwana, Surakarta Jawa Tengah, Rabu (8/11) pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan acara resepsi di tempat yang sama, namun dibagi menjadi dua sesi, yakni siang pada pukul 10.30-11.30 WIB dan 12.00-13.00 WIB.

Selanjutnya, resepsi malam hari pada pukul 18.30-19.30 WIB dan 20.00-21.00 WIB di tempat yang sama.

Husain Abdulla menyampaikan bahwa Wapres Jusuf Kalla juga akan menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang dan Bobby setelah menjadi saksi nikah dari pihak pengantin putri. (JWN3/Ant)

Sumber: jowonews

Diduga Rem Blong, Sebuah Bus Jurusan Cepogo - Selo Tabrak Tebing


Boyolali (31/10) – Sebuah bus jurusan Cepogo - Selo yang mengangkut 14 penumpang lepas kendali di jalur wisata Solo-Selo-Borobudur, tepatnya di turunan Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa siang (31/10). Akibatnya bus meluncur tak terkendali dan menabrak tebing yang ada di depannya. Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa 2 orang, sedangkan penumpang lainnya luka-luka. Korban meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali. Sedangkan korban luka-luka sebagian dibawa ke Puskesmas Cepogo dan RSU Pandan Arang.

Kecelakaan ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB, bus yang bernama Sayur Gunung ini melaju dari arah Selo menuju Boyolali. Sampai di tikungan Dusun Bendo, bus diduga mengalami rem blong. Karena bus melaju tak terkendali, lantas sopir bus membanting setir ke tebing ladang warga.

Benturan keras pun terjadi, sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Mengetahui kecelakaan, warga sekitar langsung berdatangan untuk mengevakuasi para korban. Sesaat kemudian polisi datang ikut mengevakuasi. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dibawa ke Puskesmas Cepogo dan RSUD Pandan Arang Boyolali. [HSM]

Datangi KPU, PKS Boyolali Daftar Pemilu 2019

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, SH menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPUD Boyolali

Boyolali (16/10) - Sejumlah Pengurus PKS Kabupaten Boyolali hari ini, Senin (16/10) mendatangi kantor KPU Boyolali. Tujuannya adalah untuk mendaftar sebagai partai peserta pemilu 2019 di Kabupaten Boyolali. Sebagaimana diketahui, pendaftaran administratif peserta pemilu 2019 hari terakhir adalah hari ini Senin 16 Oktober 2017 pukul 24.00 WIB.


Dipimpin Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, para pengurus menyerahkan berkas pendaftaran sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu berkas administrasi yang menjadi syarat kepesertaan Pemilu 2019. ”Berkas yang kami bawa ini sudah memenuhi jumlah minimal dukungan yang disyaratkan. Kami membawa berkas sejumlah 1399 fotokopi KTP dukungan dari kader dan simpatisan PKS” terangnya.

Lebih lanjut, Nur Achmad menjelaskan bahwa berkas administrasi yang dibawa sudah sesuai dengan Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) milik KPU.



Setelah melalui pengecekan administratif, berkas pendaftaran dinyatakan lengkap dan mendapatkan tanda terima dari KPUD.

"Alhamdulillah berkas pendaftaran dari kami dinyatakan lengkap. Ini membuktikan kalau kami serius dan optimis menyongsong pemilu 2019" Jelasnya.

Menghadapi Pemilu 2019, pihaknya menargetkan 7 kursi DPRD Boyolali. ”Target kami pada pemilu 2019 adalah meraih 7 kursi DPRD Boyolali sesuai dengan amanah Musda” Pungkasnya.

Edukasi Pentingnya Kesehatan Gigi, RSUI Banyubening Gelar Lomba Gigi Bersih dan Sehat untuk Anak-anak


BOYOLALI - Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Banyubening menggelar lomba gigi bersih dan sehat untuk anak-anak Ahad (8/10) bertempat di RSUI Banyubening. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Acara yang awalnya ditargetkan diikuti oleh 50 peserta, ternyata membludak diikuti oleh ratusan warga.

"Ini menunjukkan masyarakat mulai peduli terhadap kesehatan gigi terutama anak-anak," kata Direktur RSUI Banyubening, dr. Nurul Fitri Ishvari. 

Lebih lanjut, dr. Nurul Fitri menjelaskan bahwa menjaga fungsi gigi cukup vital untuk siapapun. Sebagai organ yang membantu fungsi pencernaan tersebut, maka amat penting untuk dijaga sejak dini.

Dari lomba tersebut, selanjutnya dipilih 6 peserta terbaik sebagai juara. Selanjutnya, keenam peserta terbaik tersebut akan mendapat pembinaan kesehatan dan kebersihan gigi.

"Pemenang juga akan diikutkan sebagai peserta lomba dan menjadi perwakilan RSUI Banyubening," kata dr. Nurul.

Besok Boyolali Gelar Festival Reog, 100 Kelompok Seni Ikut Ambil Bagian

Foto: Ilustrasi
BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali akan menggelar Festival Reog besok pagi Minggu 01 Oktober 2017. Kegiatan bertajuk Festival Reog Bhayangkara 2017 ini digelar oleh Pemkab Boyolali bekerja sama dengan Polres Boyolali dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Sekitar 100 kelompok kesenian dari berbagai daerah di Kabupaten Boyolali akan memeriahkan kegiatan ini.

Selain reog, juga akan ditampilkan puluhan kelompok kesenian lokal seperti kuda kepang, jathilan, musik campur sari, kethoprak yang dimainkan oleh perangkat desa dan lurah se-Boyolali, serta Barongsai dan Marching Band SMA Taruna Nusantara.


Ketua panitia Festival Reog Bhayangkara, Ribut Budi Santosa mengatakan bahwa festival akan  digelar dengan cara kirab di sepanjang Jalan Pandanaran Boyolali mulai depan Kantor Satuan Lantas menuju panggung utama di Simpang Lima. Peserta festival akan menyuguhkan kebolehannya di setiap perjalanan kirab untuk menghibur masyarakat Boyolali

“Kami juga akan menyajikan berbagai kuliner lokal agar lebih dikenal masyarakat. Kami ingin keberagaman hadir untuk menjaga Pancasila dan Kebhinekaan pada 1 Oktober,” katanya.

Festival tersebut digelar juga dengan tujuan menjaga kelestarian budaya dan tradisi lokal. Boyolali memiliki ratusan kelompok kesenian daerah dari berbagai jenis yang berpotensi menjadi daya tarik wisatawan.

“Kekayaan seni budaya ini harus tetap dijaga, dan salah satunya dengan kegiatan festival kesenian rakyat mendorong kelompok kesenian untuk terus berkreasi,” pungkasnya.



Awasi Proses Rekrutmen Perangkat Desa, Pemkab Boyolali Gandeng Kepolisian


BOYOLALI - Pemerintah Kabupaten Boyolali tahun 2017 ini akan mengadakan rekrutmen perangkat desa secara serentak di 19 kecamatan pada 6 November mendatang. Proses rekrutmen perangkat desa ini untuk mengisi kekosongan perangkat sejumlah 687 formasi.  Untuk mendapatkan perangkat desa yang profesional dan bersih, Pemkab Boyolali menggandeng kepolisian untuk melalukan pengawasan terhadap proses rekrutmennya.

Penegasan ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat dalam ajang silaturahmi dengan Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie, Jumat (29/9/2017). Wabup menegaskan komitmen Pemkab Boyolali untuk menjalankan rekrutmen secara professional agar out put yang dihasilkan merupakan perangkat desa yang benar-benar profesional.

“Ini penting dan menjadi komitmen bupati dan Wabup, karena membangun Boyolali tidak lepas dari pembangunan desa. Butuh SDM yang memadai, berkemampuan dan profesional dalam membangun desa,” jelas Wabup.

Menyikapi isu-isu yang beredar, pihaknya menegaskan jika ada laporan dan terbukti, maka akan diproses dengan tegas sesuai ketentuan di kepolisian.

“Jika ada laporan dan terbukti, silahkan diproses sesuai ketentuan. Proses rekrutmen dijalankan sesuai aturan dan jajaran kepolisian juga masuk dalam tim pengendali atau pengawasan ,” terang Wabup.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie membenarkan pihaknya sudah diminta bupati untuk ikut terlibat dalam pengawasan rekrutmen perangkat desa. Bahkan menurut dia, di tingkat kecamatan sudah terjalin senergi dalam proses seleksi.

Lebih lanjut Kapolres meyakini proses seleksi perangkat desa yang diselenggarakan Pemkab Boyolali berjalan sesuai aturan. Apalagi Bupati dan Wabup sudah menyatakan komitmen yang kuat dalam membangun good government dan clean government.

Kapolres menambahkan banyak anggota Polsek dan Babinkamtibmas yang masuk dalam panitia seleksi, termasuk Kapolsek juga di tim pengendali kecamatan. Pihaknya meyakini tidak ada calo dalam proses rekrutmen dan seleksi sepenuhnya murni dari hasil tes.

“Kami yakin tidak ada calo, dan kami dari Polri akan mendampingi panitia dan ikut mengawasi dari pembuatan soal, penyimpanannya, dan proses secara keseluruhan,” pungkasKapolres.

Hari Ini Tol Bawen - Salatiga Diresmikan Presiden Jokowi

Gerbang Tol Salatiga
Salatiga - Presiden Joko Widodo hari ini, Senin 25 September 2017 akan meresmikan Jalan tol Bawen-Salatiga. Berdasarkan rilis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (25/9), Jokowi dan Iriana terbang ke Salatiga menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 07.30 WIB. Rencananya Jokowi akan melakukan peresmian Jalan Tol Semarang-Solo Seksi III: Bawen-Salatiga di Gerbang Tol Salatiga.

"Iya, direncanakan jam 14.30 WIB," kata Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ali Zainal Abidin saat dihubungi, Senin (25/9).

Ruas jalan tol Bawen-Salatiga yang terkenal dengan keindahan gerbang tol berlatar Gunung Merbabu ini merupakan bagian dari jalan tol Semarang-Solo. Jalan bebas hambatan ini sebenarnya sudah mulai dioperasikan pada Jumat (15/9). Untuk sementara pengendara yang masuk ke tol ini tidak dikenakan tarif alias gratis sampai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang pemberlakuan tarif di ruas tersebut.

Sementara, ruas Bawen-Salatiga dioperasikan hanya untuk kendaraan umum berukuran kecil, bukan bus dan truk. Pengoperasian tol Bawen-Salatiga sekaligus menandai perubahan sistem transaksi tol. Sistem transaksi saat ini menggunakan sistem terbuka, selanjutnya akan menggunakan sistem transaksi tertutup, sesuai dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Setelah dibuka secara resmi, jalan tol dengan panjang 17,6 kilometer ini akan dibuka publik dan sudah memiliki tarif.

Ingat Kembali Sejarah dan Fakta, TNI AD Gelar Nonbar Film G30S/PKI

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menginstruksikan seluruh prajuritnya untuk menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto membenarkan informasi tersebut. Mayjen Wuryanto mengatakan rencana nonton bareng film G30S/PKI tersebut merupakan momentum untuk kembali mengingat sejarah. Wuryanto menilai saat ini banyak sekali upaya untuk memutarbalikkan fakta yang sebenarnya.

"Tanggal 30 September kan momen bersejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, saat ini banyak sekali upaya untuk memutarbalikkan fakta sejarah peristiwa 30 September 1965," kata Wuryanto dalam keterangannya, Jumat (15/9/2017).

Wuryanto memandang masih ada sebagian orang yang berupaya untuk mencabut TAP MPRS No XXV/1966. Tak hanya itu, dia juga menilai ada beberapa kelompok yang mendorong pemerintah untuk meminta maaf kepada PKI.

"Upaya-upaya lain yang dilakukan sekelompok orang untuk pencabutan TAP MPRS no XXV/1966, upaya mendorong pemerintah minta maaf kepada PKI dan lain-lain," tuturnya.

Menurutnya, pelajaran sejarah dan Pancasila pun mulai berkurang selama era Reformasi. Karena itu, dengan adanya penayangan film G30S/PKI, keluarga besar TNI mencoba untuk mengingatkan kembali kepada seluruh anak bangsa mengenai sejarah yang sebenarnya dialami oleh bangsa Indonesia.

"Sejak era Reformasi, pelajaran sejarah, Pancasila, budi pekerti dan lain-lain kan sangat kurang sehingga selama 19 tahun sampai hari ini, anak-anak muda kita jarang sekali melihat dan membaca sejarah sesungguhnya, bahkan justru yang kedengaran adalah yang sedang diupayakan pemutarbalikan fakta sejarah karena suaranya lebih keras dan lebih lantang," ujar Wuryanto.

Sumber: detik.com

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Siap Maju Pilgub Jateng

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari
Solo - Jelang Pilkada serentak tahun 2018, mulai bermunculan tokoh yang siap maju untuk meramaikan Pilgub Jawa Tengah. Kali ini kesiapan untuk maju dalam Pilgub Jateng datang dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Kharis Almasyhari. Abdul Kharis yang juga merupakan Ketua Komisi I DPR RI menyatakan siap diusung oleh partainya untuk maju pada pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018.

"Pada prinsipnya jika saya ditunjuk untuk maju pada Pilgub Jateng maka sebagai kader PKS yang baik saya harus siap. Apalagi sebagai kader senior saya harus memberikan contoh yang baik pada kader lain," ujarnya.

Meski demikian, diakuinya, ada beberapa alternatif lain terkait bakal calon gubernur yang mungkin saja diusung oleh PKS, di antaranya Sudirman Said, Marwan Jafar, Mustofa, bahkan Ganjar Pranowo.

Abdul Kharis menambahkan bahwa PKS terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun. Bahkan, menurut dia, hingga saat ini sudah ada beberapa partai yang melakukan pendekatan untuk berkoalisi.

"Sudah saling mendekat, koalisinya bisa saja seperti di Jakarta, yaitu dengan Gerindra. Memang kami cukup dekat dengan Gerindra. Peluang berkoalisi terbuka cukup lebar," katanya.

Meski demikian, bisa juga koalisi dilakukan dengan partai lain, seperti PDIP. Ia mengakui cukup dekat dengan kader PDIP.

Sedangkan terkait dengan klaim Sudirman Said yang mengaku dekat dengan PKS, dikatakannya, hal itu wajar.

"Ketika calon proses pendekatan kepada partai, pastikan dia akan mengatakan sudah dekat. Kalau misalnya saya dengan PDIP ya bisa saja begitu karena memang saya dekat sekali dengan kader PDIP," tuturnya.


Sumber: Antara Jateng

Mantap... Gelanggang Atletik dan Sirkuit Gokart di Boyolali Mulai Dibangun


BOYOLALI - Gelanggang atletik dan surkuit gokart yang direncanakan Bupati Boyolali, Seno Samodro, saat ini mulai dibangun. Dua fasilitas olah raga tersebut dibangun di lokasi strategis pinggir jalan raya Solo-Semarang, tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Mojosongo. Terkait pembangunan dua fasilitas olah raga tersebut, Kasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Industri dan Lembaga Keolahragaan Disporapar Boyolali, Agus Sucipto mengatakan, pembangunan dilakukan tanpa tukar guling lantaran areal tanah yang digunakan seluruhnya merupakan milik Pemkab Boyolali. Sedangkan total anggaran untuk pembangunan, menurut dia mencapai Rp 3,66 miliar, terdiri dari pembangunan gelanggang atletik senilai Rp 1,422 miliar dan sirkuit gokart senilai Rp 2,24 miliar.

Saat ini, tahap awal pembangunan sudah dimulai dengan pengurukan dan pemerataan lahan, serta pembangunan talud. “Pengerjaan selama 110 hari mendatang dengan total anggaran Rp 3,66 miliar,” ungkap dia, Rabu (13/9/2017). Lebih lanjut dijelaskannya, setelah proses pengurukan dan pemerataan lahan, akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik pada tahun anggaran 2018 mendatang. Hanya saja saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan karena masih dalam pembahasan.

Agus menambahkan, nantinya selain pembangunan dua fasilitas olahraga tersebut, juga akan dibangun hotel berbintang, tepatnya di sisi paling timur. Berkaitan dengan proyek pembangunan ini, menurut Agus juga dilakukan sejumlah penyesuaian, diantaranya yakni relokasi tiga bangunan yaitu SDN Mojosongo, PAUD, dan bangunan bekas pasar buah yang mangkrak. Untuk siswa SDN Mojosongo menurut dia akan dipindahkan ke SD lain terdekat. Sedangkan untuk PAUD sudah dipindahkan ke lokasi lain tak jauh dari lokasi awal.

Saat ini di lokasi proyek, pelaksana sudah mengerahkan alat berat untuk mengeruk tanah di sisi barat untuk dipindahkan ke sisi timur, guna menguruk bekas tanah lapang. Selain itu juga terdapat alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah. Guna mengantisipasi debu, sejumlah pekerja juga menyemprotkan air untuk membasahi lokasi pengerukan dan jalur yang digunakan truk muatan melintas.

Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina Kembali Lakukan Operasi Pasar

 
Foto: Ilustrasi
BOYOLALI - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV kembali menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg di sejumlah wilayah di Jateng serta penambahan fakultatif tabung gas elpiji. Operasi pasar dan penambahan fakultatif termasuk di wilayah Boyolali. Operasi pasar ini bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg akibat tingginya permintaan masyarakat.

Area Manager Communication & Relations Jawa Bagian Tengah, Andar Titi Lestari, mengatakan operasi pasar terus dilakukan, terakhir yakni di 27 titik sejak hari Jumat (8/9/2017), Senin (10/9/2017) dan Selasa (11/9/2017). “Total gas yang disalurkan sebanyak 14.440 tabung,” ujar Andar dalam rilisnya Rabu (13/9/2017).

Tak hanya menggelar operasi pasar, di bulan September ini PT Pertamina melakukan penambahan fakultatif untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. “Selama periode 7 – 15 September 2017, Pertamina MOR IV menyalurkan penambahan fakultatif sebanyak 335.560 tabung,” jelas Andar. Menurut Andar, mulai bulan Agustus hingga Idul Adha, Pertamina telah menambahkan penambahan fakultatif sebanyak 1.079.557 tabung. Sedangkan untuk wilayah Boyolali Pertamina sudah lakukan penambahan fakultatif hingga dua kali, dengan total 82.400 tabung. “Sesuai konsumsi rata-rata perbulan 769.200 tabung/bulan atau meningkat 11%,” papar dia.

Andar menegaskan, Pertamina berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Pihaknya juga meminta masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DIY tak perlu resah dengan pasokan gas elpiji 3 kg karena Pertamina menjamin ketersediaan pasokan, terutama paska Idul Adha. Pihaknya berharap masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa, terlebih karena Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan elpiji 3 kg di masyarakat. Jika kemudian dirasa kurang, Pertamina menurut Andar akan mensuplai elpiji 3 kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing. (ARB)

Gurihnya Bebek Goreng Pak Pinggir

Foto: Ilustrasi

Boyolali - Selama ini kuliner Boyolali lebih identik dengan soto dan sambal lethok (sambal tumpang khas Boyolali). Tapi ternyata ada juga warung makan di Boyolali yang menawarkan hidangan bebek goreng dan ayam kampung goreng berkualitas juara. Nama warungnya adalah Bebek Goreng Pak Pinggir. Lokasinya ada di Jl. Perintis Kemerdekaan, jalur yang dilalui bus antar kota dari arah Solo, dekat dengan Stadion Sonolayu. Warung ini adalah cabang dari Bebek Goreng Pak Pinggir yang terkenal di Pengging.

Karena merek ‘Bebek Pak Pinggir’ memang sudah banyak dikenal di Boyolali, warung ini tidak kesulitan untuk menarik pelanggan. Jika datang terlalu sore bersiaplah untuk tidak kebagian bebek gorengnya yang istimewa karena penggemarnya sangat banyak. ‘Bebek Pak Pinggir’ terasa begitu empuk dan sama sekali tidak ada bau anyir yang bisa meruntuhkan selera makan. Bumbunya meresap ke dalam serat-serat dagingnya namun tak terasa berlebihan. Komposisi bumbunya pas di lidah.

Selain bebek, warung ini juga menawarkan menu ayam kampung goreng yang kualitasnya pun boleh dipuji. Daging yang cenderung keras dan alot khas ayam kampung tak akan anda temukan disini. Ayamnya empuk dengan rasa gurih yang dominan. Sebagai pelengkap andapun bisa memesan hati ampela dan bagian kepala.

Warung cabang Bebek Goreng Pak Pinggir -Pengging ini tempatnya terbilang luas dan nyaman. Anda bisa memilih duduk di meja ataupun lesehan. Lokasinya pun strategis dan mudah ditemukan. Jika berkunjung atau kebetulan melewati Boyolali, silakan buktikan sendiri keistimewaan Bebek Goreng Pak Pinggir, baik di tempat aslinya di Pengging atau di cabangnya di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 7.



Sumber: Kabar Kuliner

Ganjar Harap Pendamping Desa Berkompeten


SEMARANG  — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan tenaga pendamping profesional yang lolos seleksi benar-benar berkompeten sehingga bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa yang bersangkutan mampu mendampingi desa.

“Mendampingi terutama dalam hal penyusunan pengelolaan anggaran serta rencana program pembangunan desa,” katanya usai meninjau Pelaksanaan Tes Tulis Tenaga Pendamping Profesional 2017 di Universitas Diponegoro Semarang, Minggu (10/9).

Selain itu, para pendamping profesional ini diharapkan menjadi pendamping yang menjadi sumber rujukan dan sumber bertanya tentang penyusunan pengelolaan anggaran desa yang transparan dan akuntabel, terutama menyangkut penyusunan rencana anggaran pembangunan.

Ganjar menjelaskan bahwa selain ujian tertulis, para peserta harus mengikuti tahapan tes berikutnya yakni wawancara dengan tim seleksi yang terdiri atas berbagai unsur, yaitu akademisi dari Universitas Diponegoro dan Universitas Jenderal Soedirman, Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, serta staf khusus Gubernur Jateng.

Harapannya, kata Ganjar, dalam wawancara nanti menjadi pendalaman untuk mengetahui kapasitas kemampuan peserta tes dalam melaksanakan tugasnya.

“Setelah lolos semua tahapan tes, kami akan memberikan pelatihan pratugas tentang bagaimana membangun integritas di desa, kemudian mereka langsung bekerja mendampingi desa dengan segala persoalan yang ada di desa,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Sejak dana desa digulirkan, Ganjar meminta agar semua perangkat desa memasang papan informasi di depan kantor desa masing-masing berisi tentang pengelolaan anggaran desa agar masyarakat tahu apa program yang dilaksanakan pemerintah desa dan peruntukan dananya.

“Dari sebanyak 7.809 desa yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah tercatat kurang lebih 3 ribu yang sudah memasang, artinya sekitar separuh belum memasang, padahal itu adalah gerakan awal mengajak kepala dan perangkat desa menyusun pengelolaan dana desa secara transparan,” katanya. (jwn5/ant)



Sumber: Jowo News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Setya Novanto


JAKARTA — KPK siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP Elektronik oleh KPK.

“Biro Hukum sudah menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan diagenda sidang tersebut akan dilaksanakan hari Selasa (12/9), jadi permohonan praperadilan itu sudah kita terima dan baca,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (8/9).

Sidang praperadilan itu rencananya akan dipimpin oleh hakim tunggal Chepy Iskandar yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Jadi sedang kita pelajari. Tentu itu akan kita hadapi apa saja yang dimohonkan di sana karena menurut pandangan kami semua sudah ‘clear’ secara hukum sebenarnya dsri apa yang disampaikan,” tambah Febri.

Menurut Febri, penetapan Setnov sebagai tersangka adalah pengembangan dari proses penuntutan, penyidikan dan penyelidikan KPK sejak 2014 lalu.

“Misalnya terkait keabsahan penyidik dari non-Polri atau Kejaksaan, apakah mengacu pada KUHAP atau UU KPK, tentu kita sudah firm betul soal itu, apalagi MK menegaskan tentang bahwa KPK bisa mengangkat penyidik sendiri. Kemudian terkait proses penyidikan dengan minimal dua alat bukti, itu kita sudah memiliki itu, kita yakin dengan bukti tersebut,” ungkap Febri.

Gugatan praperadilan itu didaftarkan dengan nomor perkara 97/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL pada 4 September 2017 lalu. (isb/jwnews)

Kecelakaan Karambol, Turunan Kenteng Macet Panjang


BOYOLALI - Kecelakaan karambol yang terjadi di turunan Kenteng, Boyolali Kota, Sabtu 9 September 2017 menimbulkan kemacetan panjang. Baik dari arah Semarang maupun Solo. Pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas untuk keperluan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Kemacetan ini sekitar 3 kilometer. Kondisinya krodit diperparah banyaknya kendaraan bus yang berjalan di lajur kanan. Kendaraan dari lawan arah yang semula dua lajur, lalu menjadi satu lajur saja.

”Banyak kendaraan yang menumpuk menggunakan lajur lawan arah. Sehingga kemacetan panjang,” papar Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali Ipda S. Widodo, saat ditemui wartawan di lokasi kecelakaan.

Dengan kondisi itu, polisi sebagian mengatur arus lalu lintas. Sedangkan yang lain mengevakuasi mobil yang terlibat kecelakaan dan korban. ”Kondisinya sudah terurai. Kendaraan sudah kembali ke lajur masing-masing setelah pengaturan,” jelasnya.

Peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Sedangkan sopir pikap belum diketahui identitasnya dan orang yang diduga gangguan jiwa mengalami luka-luka. ”Sopir pikap dibawa ke rumah sakit,” kata dia.

Kendaraan dan para sopir yang terlibat kecelakaan sudah didata polisi. Lantas seluruh kendaraan dibawa ke Mako Satlantas untuk penangan lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan karambol pecah di jalan raya Solo-Semarang, tepatnya di turunan Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Sabtu sore 9 September 2017. Tiga mobil terlibat tabrakan beruntun, yakni Izusu Panther bernopol B 280 XV, pikap bernopol AD 1748 QR, dan sedan bernopol G 8013 VP.

Sumber: Fokus Jateng

Saling Serempetan, Dua Sepeda Motor Terbakar

Sumber foto: facebook

Boyolali (27/8) - Dua sepeda motor hangus terbakar setelah mengalami serempetan di jalanan Boyolali Kota, Boyolali, Minggu (27/8/2017) siang. Tidak ada korban jiwa, namun api tinggal menyisakan rangka kedua motor tersebut.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya disebelah selatan SMA Negeri 1 Boyolali. Kejadian antara sepeda motor Yamaha RX Spesial, yang dikendarai Jajang Sutikno, warga Tengaran, Semarang, dengan sepeda motor Honda Win yang dikendarai Ferry Firmansyah yang memboncengkan Wildan Alif.

Saksi mata mengatakan, kecelakaan bermula ketika motor RX Spesial melaju dari arah timur di Jalan Perintis Kemerdekaan, berbelok ke kanan masuk jalan Kates. Dari arah berlawanan melaju motor Honda Win hendak membelok ke kanan masuk ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Karena jarak sudah terlalu dekat, kedua motor itu berserempetan di tengah jalan.

"Kedua sepeda motor itu langsung jatuh bertumpukan," kata saksi mata, Muhammad Irsyad, kepada wartawan.

Tiba-tiba motor itu langsung terbakar. Diduga, saat kedua motor jatuh timbul percikan api yang langsung menyambar bensin yang tumpah. Sejumlah warga sekitar dan pengguna jalan yang saat itu sedang melintas, berusaha menolong memadakam api. Namun api dengan cepat membesar, sehingga mereka pun tak berani karena khawatir terjadi ledakan dari tangkinya.

"Saya mau narik sepeda motor agar tak terbakar, tapi takut terjadi ledakan yang bisa mengancam jiwa saya. Kedua pengendara dan seorang pembonceng bisa langsung lari menjauh begitu api berkobar besar," lajut Irsyad.

Mobil pemadam kebakaran Pemkab Boyolali langsung datang ke lokasi untuk menjinakkan api yang menghanguskan kedua motor. Kedua sepeda motor segera diangkut ke Mako Satlantas. Kasus kecelakaan itu kini dalam penanganan Satlantas Polres Boyolali

Inilah Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Timor Leste, Minggu, 20 Agustus


Timnas Indonesia akan kembali melanjutkan kiprahnya di babak penyisihan group B sepak bola SEA Games 2017. Dan lawan yang akan di hadapi di laga ketiga nanti merupakan penghuni dasar klasemen group B, Timor Leste pada Minggu 20 Agustus 2017 di Selayang Muncipal Council Stadium. Dan seperti di pertandingan sebelumya. Pertandingan yang mempertemukan Indonesia dengan Timor Leste ini akan di tayangkan secaar langsung di SCTV dan juga TVRI mulai pukul 15.00 WIB.

Mengingat persaingan makin seru dan ketat di group B. Timnas Indonesia harus mampu mengalahkan Timor Leste yang di anggap sebagai lawan termudah di group B untuk melapangkan jalan menuju babak semi final. Indonesia sendiri setelah sempat bermain imbang 1-1 dengan juara bertahan Thailand di laga pembuka, akhirnya mampu meraih poin penuh setelah di laga terbaru menang telak 3-0 atas Filipina.

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia yang di tangani pelatih Luis Milla memiliki peluang besar lolos ke babak berikutnya mengingat saat ini menempati posisi runner up dengan 4 poin dan menempel ketat Vietnam yang masih memuncaki klasemen group B dengan 6 poin dari dua pertandingan.

Sementara itu Timor Leste sendiri sejauh ini masih terperosok di dasar klasemen group dengan belum memiliki poin sama sekali. Setelah di laga pertama di bantai Vietnam 4-0 dan kemudian baru saja kalah dari Thailand dengan skor 1-0.

Jika melihat grafik penampilan di dua laga yang sudah di mainkan. Potensi Timnas Indonesia cukup besar untuk memenangi laga ini. Di harapkan saja Luis Milla tetap menurunkan skuat terbaiknya seperti Hansamu Yama, HargiantoEva Dimas, Septian David dll untuk mengempur pertahanan Timor Leste yang sudah kebobolan 5 gol.

Meski diunggulkan di laga ini, namun Timnas Indonesia sebaiknya tak menganggap enteng Timor Leste yang pastinya butuh poin maksimal untuk menjauh dari dasar klasemen. Meski kalah dari Thailad dengan skor 1-0, hasil tersebut membuktikan jika Timor Leste bisa saja tampil merepotkan dan membuat kejutan.

Untuk itu jangan lewatkan pertandingan ini. Saksikan pertandingannya secara langsung pada Minggu 20 Agustus 2017 mulai pukul 15.00 WIB live di SCTV dan TVRI.

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI ke-72 dan Hari Koperasi ke-70


BOYOLALI – Ribuan warga Boyolali memadati Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulang Tahun ke-70 Koperasi,, Jumat8). Selain jalan sehat, kegiatan bertambah semarak dengan adanya kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis serta bazar di Pendapa Gede yang diselenggarakan untuk sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Koperasi.
Kegiatan jalan sehat yang berhadiah sepeda motor, sepeda gunung, lemari pendingin, televisi, kompor, dan hadiah menarik lainnya ini telah berhasil menyedot perhatian peserta gerak jalan. Sejak pukul 06.00 ribuan warga yang sebagian besar adalah para siswa SD, SMP, SMA dan ASN Pemkab Boyolali ini.
Tepat pukul 07.00, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat memberangkatkan peserta dengan mengibarkan bendera start tanda jalan sehat ini dimulai. Rute yang dilewati dari Alun Alun Kidul menuju ke arah utara, kemudian berbelok kiri Tugu Jagung sampai ke Jalan Perintis Kemerdekaan lurus hingga sampai di pertigaan SMA Bhineka Karya belok ke kiri ke arah timur, dan kembali lagi ke Alun-Alun Kidul Boyolali.
Dalam sambutan singkatnya, Wabup mengajak seluruh warga Boyolali khususnya generasi penerus bangsa yaitu para pelajar untuk tetap bersemangat dalam menggapi cita-cita. “Tetap semangat, langkahkan kaki untuk bergerak bersama memajukan Boyolali serta Indonesia,” pesannya.
Dalam pengundian, peserta yang mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor diperoleh Dea siswi SMP 3 Mojosongo. Dirinya mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan hadiah. “Saya sangat senang dapat motor, bisa digunakan untuk kedua orangtua saya beraktifitas,” ujarnya saat ditemui di tempat terpisah dengan didampingi oleh orangtua serta guru. (epn/bet)

boyolali.go.id

Wow... Pemerintahan Jokowi Harus Bayar Bunga Utang Rp 247 Triliun di 2018


Jakarta - Belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 tercatat mencapai Rp 2.204,3 triliun. Dari total tersebut, pemerintah harus menyisikan untuk pembayaran bunga utang.

Total bunga utang yang harus dibayar pada 2018 adalah Rp 247,6 triliun.

Data ini berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (16/8/2017).

Pemerintah berkomitmen mengelola utang secara hati-hati. Dengan perbaikan peringkat utang diharapkan memberi dampak positif terhadap penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN).

Sejalan dengan perbaikan peringkat utang maka sekaligus bisa efisiensikan biaya bunga utang. (mkj/dnl)

Sumber: detik.com

Gas Langka, Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji

Keterangan foto: Ilustrasi

Boyolali - Beberapa hari belakangan terjadi kelangkaan tabung gas elpiji khususnya tabung gas berukuran 3 kilogram. Untuk mengatasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah melakukan operasi pasar (OP) khusus elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram salah satunya  di Balai Desa Salakan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, Rabu (16/8), guna memastikan tidak terjadi kelangkaan elpiji.

Kegiatan OP elpiji bersubsidi tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Salakan Teras dengan membawa tabung kosong ke balai desa untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga Rp15.500 per tabung.

Menurut Ndaru Trilaksono, dengan digelar OP elpiji 3 kg tersebut warga sangat antusias dengan harga Rp15.500 per tabung karena sebelumnya mereka kesulitan mencari elpiji. OP elpiji di Salakan ini, dikirim sebanyak 560 tabung dan warga dibatasi membeli dua tabung terlebih dahulu.

"Warga sangat antusias mengikuti OP elpiji yang digelar oleh Pertamina di Desa Salakan. Mereka yang diutamakan untuk kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu," kata Ndaru.

Muslim Dharmawan selaku Kepala Kantor Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah mengatakan PT Pertamina mengadakan OP di 14 titik di Kabupaten Boyolali untuk menjawab berita yang selama ini ada kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Menurut Muslim Dharmawan 14 titik OP elpiji tersebut antara lain Kelurahan Sambi Kecamatan Banyudono, Kismoyo (Sawit), Sranten, Kiringan, Mliwis ( Cepogo), Donohudan, Guwokajen (Ngemplak), Ngesrep, Semawung, Sukorame (Simo), dan termasuk Salakan (Teras) ini.

Muslim mengatakan Pertamina yang jelas tidak ada sama sekali melakukan pengurangan kuota, sehingga terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg murni karena kebutuhan atau konsumsi warga yang meningkat khususnya di wilayah Boyolali.

"Tabung elpiji 3 kg ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk memasak saja, tetapi juga digunakan penggerak traktor, peternakan dan sebagainya. Tabung elpiji subsidi ini, hanya dimanfaatkan untuk rakyat miskin," kata Muslim.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang sudah mampu jangan menggunakan elpiji 3 kg karena hal itu bukan haknya. Pertamina juga sudah mengeluarkan produk tabung 5,5 kg yang relatif lebih ringan dan harga terjangkau.

"Kami ada 14 titik, dan setiap titik ada dua kali masing-masing 560 tabung. Totalnya setiap titik sebanyak 1.120 tabung," katanya.

Kendati demikian, Muslim berharap dengan OP elpiji tersebut tepat sasaran untuk pengguna tabung tiga kg, dan mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kelangkaan. Masyarakat juga menyadari elpiji 3 kg untuk rumah tangga dan kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM ).

Menurut Manajer Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari indikasi sulitnya warga mendapatkan elpiji 3 kg di Wilayah Boyolali ini murni dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan, dan faktor budaya setempat, di mana pada bulan-bulan ini sering dinamakan bulan baik untuk upacara pernikahan.

"Pertamina telah menambah fakultatif sebanyak 38.400 tabung periode penyaluran pada 12 hingga 18 Agustus 2017, dimana penyaluran normal adalah 769.480 tabung per bulan," katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan operasi pasar khusus elpiji 3 kg di wilayah Boyolali telah disiapkan sebanyak 15.120 tabung yang akan dibagi sebanyak 14 titik yang tersebar di beberapa kecamatan. 

Sumber: antarajateng.com

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Turut Meriahkan HUT Pramuka di Ampel

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Sarwanto berfoto bersama pelajar binaan

Boyolali - Senin (14/8) Lapangan MI Kendal Ampel Boyolali tampak meriah. Sekitar limaratusan pelajar MI se Kecamatan Ampel berkumpul dalam rangka peringatan HUT Pramuka ke 56. Berbagai kegiatan pun diadakan mulai dari kemah, ulang janji di malam harinya, hingga puncaknya upacara hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2017.

Ratusan pelajar MI putra dan putri tampak antusias mengikuti rangkaian acara selama dua hari pada perkemahan tersebut. Hadir Kamabiran lingkup madrasah kecamatan Ampel, Sri Hatmoko M.Pd selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa tema HUT Pramuka kali ini adalah "bekerja untuk kaum muda, mewariskan yg terbaik bagi bangsa".

Tampak pula mengikuti kegiatan perkemahan tersebut, anak anak sekolah dari wilayah Desa Kembang, salah satu desa yang menerima program Desa Berdaya dari Rumah Zakat di Boyolali. Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Sarwanto yang juga menjadi salah satu pembina Pramuka melakukan kunjungan ke beberapa tenda peserta dan turut memberikan semangat kepada adik adik Pramuka khususnya dari wilayah desa Kembang sekaligus sebagai ajang sosialisasi Rumah Zakat di kecamatan Ampel. Semoga kehadiran rumah Zakat di kegiatan perkemahan ini semakin melekat di hati masyarakat pada semua lini, termasuk dalam bidang pendidikan yang serius digarap oleh Rumah Zakat dengan meluncurkan merupakan Program Senyum Juara. Program ini merupakan salah satu dari empat program senyum yang digulirkan selain Program Senyum Mandiri, Program Senyum Sehat dan Program Senyum Lestari. [RED]

67 Pelajar Anggota Paskibraka Boyolali Jalani Latihan


BOYOLALI –  Sebanyak 67 pelajar SMA/SMK berseragam khas merah putih berlatih baris-berbaris di bawah panas terik matahari, Jumat 11 Agustus 2017 di Alun-Alun Kidul Boyolali. Mereka bergabung dengan pasukan dari Polres Boyolali untuk menjalani latihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boyolali tahun 2017.

Puluhan pelajar dari berbagai SMA/SMK di Kabupaten Boyolali ini terpilih sebagai petugas yang akan mengibarkan bendera dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia setelah melalui tahapan seleksi oleh Disporapar Kabupaten Boyolali. Selain tugas tersebut, mereka juga disiapkan sebagai kader muda generasi bangsa.

”Paskibraka sebenarnya tidak hanya bertugas sebagai pasukan pengibar bendera, namun juga sebagai kader bangsa dan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan,” terang Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kankesbangpol) Kabupaten Boyolali, Supamaharja.

Masa pelatihan bagi Paskibraka menjadi tanggungjawab Kankesbangpol. Enam orang pelatih dari unsur TNI/Polri yang diambil dari satuan Kodim 0724/Boyolali, Polres Boyolali, Yonif 408 dan Brimob dilibatkan. Jadwal ketat bagi anggota Paskibraka Boyolali selama masa pelatihan telah disiapkan setelah mereka menjalani tes kebugaran dan cek kesehatan pada Kamis (20/7) lalu. “Jadwal ketat Paskibraka telah disusun dengan melewati tahapan Pralat [Pra latihan] 1 dan Pralat 2 serta masa karantina,” imbuh Supama.

Pralat-1 terang Supama dilakukan dari Kamis-Senin (27-31/7) dengan materi latihan penguatan fisik, kemudian dilanjutkan Pralat-2 pada Selasa-Sabtu (1-5/8) dengan porsi latihan ditingkatkan. Kemudian untuk masa karantina dilakukan pada Senin-Jumat (7-18/8) dengan mengambil tempat di Wisma Sejahtera untuk tempat penginapannya. Hal tersebut ditempuh karena Asrama Haji Donohudan saat ini tidak bisa digunakan karena berbarengan dengan musim ibadah haji. Sementara latihan tetap dilakukan di alun-Alun Kidul sebagai lokasi pelaksanaan upacara.

Muhammad Trian Putra, salah satu anggota Paskibraka mengungkapkan rasa bangganya terpilih menjadi anggota Paskibraka Boyolali 2017. “Bangga, senang, terharu terpilih menjadi anggota Paskibraka Boyolali. Semoga mampu menjadi yang terbaik dalam tugas pengibaran bendera mendatang,” terang siswa kelas XI SMA 1 Teras ini.

Sumber: fokusjateng.com

Pecah Kaca Mobil, Perampok Gondol Duit Rp 137 Juta Milik Warga Randusari Teras

Keterangan foto: ilustrasi

BOYOLALI – Peringatan bagi warga yang hendak mengambil uang di bank. Sebaiknya tidak sendirian atau minta pengawalan dari pihak kepolisian. Agar tidak bernasib sama dengan Sofia Fitrianingsih (32), warga Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali.

Ketika mengambil uang di sebuah bank di Boyolali Kota, dia menjadi korban perampokan Kamis 10 Agustus 2017. Mobil yang ditumpangi dipecah kacanya oleh kawanan perampok, kemudian uang di dalamnya diambil. Modus perampokan ini dengan cara menggembosi ban mobil korban. Perampok berhasil menggondol uang korban senilai Rp 137 juta.

Kejadian ini bermula, usai mengambil uang di bank seorang diri, Sofia hendak pulang dengan mengemudikan mobil sedan Toyota Corolla Altis miliknya. Dugaan kuat korban sudah dibuntuti pelaku sejak keluar dari bank. Saat sampai di traffic light Lodalang, Siswodipuran, kaca diketuk oleh pengendara motor dan diberitahu jika ban belakang sebelah kiri kempis.

Lantaran kondisinya sudah takut, Sofia pun melanjutkan perjalanan dan mampir di rumah temannya. Lokasinya di kios Nina Lugas, Jalan Jambu, dengan jarak sekitar 60 meter dari traffic light Lodalang. Mobil diparkir di samping kios, kemudian korban masuk ke dalam kios dengan tas berisi uang tetap ditinggal di dalam mobil.

Saat korban di dalam kios, korban mendengar kaca mobilnya dipecah orang tak dikenal. Setelah dilihat, ada dua orang berboncengan mengenderai sepeda motor kabur ke arah timur menggondol tas berisi uang.

Sontak saja dia berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan langsung menuju lokasi kejadian. Kasus ini langsung dilaporkan ke polisi. Anggota polisi Polsek Boyolali Kota dan Polres Boyolali mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, saat ditemui di Ruang SPK Mapolres Boyolali, Sofia enggan memberikan komentar kepada wartawan. Kasatreskrim AKP Miftakul Huda mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan masih menyelidik kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil tersebut.

Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan polres se-Soloraya soal kemungkinan terjadinya kasus serupa di wilayah mereka. “Pelaku masih kami lakukan penyelidikan. Kami koordinasikan dengan rekan-rekan Polres terdekat tentang modus pelaku di wilayah lain,” ujarnya.

Sumber: fokusjateng.com

Ganjar: Pengelola "Gancik Hill" Harus Gencarkan Promosi


Boyolali (3/8) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pengelola Objek Wisata Gancik Hill Top di Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, lebih menggencarkan promosi melalui berbagai sarana sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjung.

"Promosinya lebih ditingkatkan lagi, dari sisi potensi dan artistiknya ini sudah sangat top, masyarakatnya juga sudah sadar wisata," kata Ganjar di sela menyaksikan matahari terbit di Objek Wisata Gancik Hill Top di Boyolali, Kamis.

Menurut Ganjar, penataan Objek Wisata Gancik Hill Top yang berada di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut itu bisa melibatkan pakar lanskap dan ahli desain ornamen agar semakin menarik.

Selain itu bisa dikembangkan wisata perkebunan sehingga para wisatawan berkunjung bisa diajak untuk menanam dan memanen tembakau.

"Ini bisa jadi paket wisata yang menarik di tempat ini, termasuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung di sekitar area wisata. Syukur-syukur kalau ditambah beberapa wahana wisata seperti areal tracking dan flying fox sehingga tidak statis, tapi bisa dinamis," ujarnya menjelaskan.

Terkait dengan anggaran pengelolaan dan pengembangan Objek Wisata Gancik Hill Top, Ganjar menyarankan pemerintah desa setempat membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Melalui BUMDes, bisa memanfaatkan dana desa, jika masih kurang bisa meminjam bank ataupun kerja sama dengan perusahaan melalui program CSR (corporate social responsibility) berbagai perusahaan," katanya.

Anggota Kelompok Sadar Wisata Gancik Hill Top Anto menambahkan, lengembangan wisata yang terletak di lereng Gunung Merbabu ini baru dimulai beberapa bulan yang lalu.

Ia menyebutkan, ebelumnya, Gancik Hill Top hanya terkenal sebagai lokasi "base camp" pendaki yang akan mendaki Gunung Merbabu.

"Alhamdulillah saat ini sudah mulai ramai, setiap hari sekitar 50 orang yang datang, kalau Sabtu, Minggu atau hari libur bisa ratusan jumlah pengunjungnya," ujarnya.

Ia mengakui keberadaan Gancik Hill Top telah meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Selain membuka warung, beberapa warga juga nyambi menjadi tukang ojek dan tergabung dalam Gancik Ojek dengan tarif Rp10.000 sekali jalan," ujarnya.

Sumber: antara jateng

Merajut Asa di Usia Muda


Boyolali (3/8) - Berbeda dengan kebanyakan remaja pada umumnya, pemuda tengah baya ini mempunyai keinginan dan tekad membaja dikala remaja seusianya dapat mengenyam pendidikan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dapat bekerja di tempat yang layak. Adalah Tomo, pemuda asal Desa Kembang, Ampel, Boyolali. Pemuda ink tidak sempat melanjutkan ke SMP karena keterbatasan biaya. Selepas lulus SD sudah harus bekerja untuk meringankan beban hidup orangtuanya membiayai sekolah adik satu-satunya pasca ditinggal pergi ayahanda tercinta selama-lamanya.

Bekerja pada pengusaha sentra kuningan dan tembaga di daerah Tumang Cepogo Boyolali menempa kerasnya kehidupan anak seusianya. Berkat keuletan dan kerja keras serta kesabarannya selama ini, dia sudah bisa membuat beberapa produk kerajinan mulai dari perkakas dapur hingga ukir aksesoris dari kuningan dan tembaga. Hanya saja hingga saat ini masih ada yang mengganjal dibenaknya. Dia ingin sekali bisa "berdiri dikaki sendiri" latihan mandiri. "Mosok seprono-seprene gur arep melu wong terus, aku kudu iso ngadek déwé najan timik-timik mas," ujarnya penuh semangat.

Rupanya keinginan kuatnya ini tidak bertepuk sebelah tangan. Gayung pun bersambut. Melalui program pemberdayaan yang digulirkan melalui Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Kembang, Yudi Sutomo nama lengkap pemuda ini mendapat bantuan modal usaha melalui program Senyum Mandiri dari Rumah Zakat untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Selain bantuan modal usaha, Tomo juga mendapat pendampingan usaha sampai usahanya mapan dan mandiri. "Maturnuwun mas.. mugi-mugi mangkeh usaha kulo berhasil saget bantu tiyang sanes kados rumah zakat" imbuhnya. Senada, Kadus IV Sigit Sugiyono menyatakan sangat terkesan dan bersyukur sekali salah satu warganya mendapat bantuan pemberdayaan. "Semoga menjadi pemicu semangat berwirausaha bagi remaja remaja lainya di wilayah kami" kata beliau. Program senyum mandiri seperti ini bukan kali pertama digulirkan di Desa Kembang, akhir bulan Mei kemarin juga digulirkan program pemberdayaan ekonomi kelompok usaha mandiri rumah jahit.

Beban Kerja Bertambah Berat, Gaji Kades Bakal Naik

BOYOLALI – Tidak hanya anggota DPRD yang bakal naik gaji, kepala desa (Kades) di Boyolali pun bakal mendapat kenaikan gaji.
Bupati Boyolali Seno Samodro mengaku telah meminta dinas pemberdayaan dan desa (dispermasdes) untuk segera membuat rancangan kenaikan gaji bagi Kades. Sebab, beban kerja dan tanggung jawab sosial Kades di desa sangat tinggi. “Saya sudah minta ini segera ditindaklanjuti,” kata bupati pekan lalu.
Kepala Dispermasdes Boyolali Purwanto mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kenaikan gaji Kades kepada DPRD Boyolali. Selain itu, pihaknya juga harus koordinasi dengan badan keuangan daerah (BKD) Boyolali untuk menghitung secara cermat. “Setelah disetujui DPRD, kenaikan gaji bagi Kades baru bisa terealisasi,” kata Purwanto, kemarin (17/7).
Menurut Purwanto, kenaikan gaji bagi Kades ini sudah sewajarnya dilakukan. Mengingat, beban kerja Kades dan tanggung jawab mereka untuk masyarakat cukup besar. Terlebih setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 46 tentang Laporan Kepala Desa dan Permendagri Nomor 47 tentang Administrasi Pemerintahan Desa, di mana Kades harus bekerja lebih banyak lagi.
“Karena itulah, bupati meminta kenaikan tunjangan kades dinaikkan,” kata Purwanto. Pihaknya juga belum bisa membeberkan jumlah nominal kenaikan gaji yang akan diterima Kades. Sebab, pihaknya harus secara cermat dan teliti, karena berkaitan dengan anggaran daerah.
“Belum. Masih kami hitung-hitung dulu semuanya, termasuk ADD setiap desa,” ujar Purwanto.
Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Boyolali Komarudin mengapresiasi rencana pemkab menaikkan gaji Kades. Sebab, selain beban kinerja normatif, jam kerja Kades tak kenal waktu.
“Saya kira sudah sepantasnya tunjangan Kades dinaikkan,” kata Komar, yang juga Kades Banyuanyar, Kecamatan Ampel.
Menurutnya, gaji Kades sebesar Rp 3,1 juta untuk saat ini belum sebanding dengan biaya operasional Kades. Karena Kades yang tinggal dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, tak bisa menutup mata apabila terjadi sesuatu di masyarakat.
Misalnya, ada kegiatan gotong royong di masyarakat, warga menggelar hajatan, ataupun kegiatan sosial lainnya. “Saya kira masyarakat juga paham, biaya operasional dan sosial Kades,” ujar Komar.
Terkait berapa jumlah kenaikan gaji Kades, Komar tak mau berharap jumlah kenaikan gaji tersebut. karena memang itu kewenangan dari pemkab. “Kami konsentrasi melayani masyarakat saja, masalah kenaikan itu terserah dari pemkab mau menaikan berapa,” imbuh Komar.
(rs/wid/bay/JPR)
Sumber: jawapos.com

Wuih... Gaji Anggota DPRD Boyolali Diklaim Tertinggi Se-Indonesia


Boyolali - Bupati Boyolali Seno Samodro mengklaim gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD di Kabupaten Boyolali merupakan yang tertinggi di seluruh Indonesia. “Sekarang coba cari datanya, gaji anggota DPRD tertinggi berapa? Nggak ada yang lebih dari Rp 32 juta seperti di Boyolali. Ini pertama di Indonesia,” kata Seno Kamis, 13 Juli 2017.

Seperti diketahui, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD telah resmi diundangkan sejak 2 Juni lalu. Peraturan tersebut mengatur hal ihwal perubahan atau bertambahnya jenis, nominal tunjangan, maupun fasilitas bagi angggota DPRD.
Sebagai perbandingan, Seno mengatakan, take home pay alias keseluruhan gaji yang diterima anggota DPRD di wilayah Solo Raya hanya berkisar belasan juta per bulan. “Di Boyolali, take home pay ketua DPRD tembus Rp 50 juta,” kata Seno.

Selain gaji dengan nominal yang fantastis, anggota DPRD Boyolali juga masih menikmati besarnya anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk Sekretariat DPRD. Seno berujar, anggaran untuk Sekretariat DPRD di daerah lain rata-rata hanya sekitar Rp 15 miliar. Sedangkan di Boyolali mencapai Rp 30 miliar. “Jadi per bulan Rp 2,5 miliar harus habis,” ujar Seno.

Bukan tanpa alasan Seno ‘memanjakan’ para wakil rakyat. Ditambah besarnya perolehan kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusungnya (25 kursi dari total 45 kursi di DPRD Boyolali), Seno merasa lebih mantap dalam membuat kebijakan untuk mewujudkan visi misinya. “Karena saya tidak diresekin secara politis. Itu kuncinya. Karena visi misi saya berat,” kata Seno.

Seno adalah Bupati Boyolali dua periode (2010 - 2021). Pada pemilihan kepala daerah 2010, Seno yang berpasangan dengan Agus Purmanto mengungguli tiga pasangan calon lain dengan perolehan suara sekitar 42 persen. Pada pemilihan kepala daerah 2015, Seno yang berpasangan dengan M. Said Hidayat mengalahkan bekas wakilnya, Agus Purmanto, dengan 70 persen suara.

“Kalau jadi Bupati tapi pengusungmu tidak mayoritas, kamu repot menganggarkan,” kata Seno. Dengan besarnya gaji anggota DPRD, Seno menjamin bahwa anggaran yang diajukan eksekutif mengucur mulus tanpa ‘kutipan’. “Di Boyolali itu kalau anggarannya Rp 200 miliar ya Rp 200 miliar,” kata Seno.
Lantas apa visi misi berat itu sehingga musti memadukan kekuatan dukungan eksekutif dan legislatif, Seno menjawab, “Boyolali yang nyaman dikunjungi dan nyaman ditinggali untuk everybody tanpa mengenal ras, suku, dan agama. Itu dijabarkan ke seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” kata Seno.

Salah satu anggota DPRD Boyolali mengaku belum tahu secara pasti berapa nominal gaji yang akan dia terima setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017. “Peraturan daerah tentang itu sudah disahkan sebelum Idul Fitri. Tapi untuk hitung-hitungannya secara detail masih menunggu Peraturan Bupati,” kata anggota DPRD yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.
Sumber: tempo.co

Rumah Juari ini Sudah 5 Kali Tertabrak Mobil dan Truk Dalam 2 Tahun Terakhir


Boyolali - Tak ada yang salah dari rumah Juari. Namun letaknya yang berada persis di samping perempatan jalan besar, menjadikannya harus selalu waspada. Dalam 2 tahun terakhir ini saja, rumah tersebut sudah 5 kali tertabrak mobil atau truk yang mengalami kecelakaan di perempatan.

Senin siang ini, rumah Juari terkena apes. Sebuah truk pengangkut elpiji 3 kg tertabrakan dngan mobil CR-V di perempatan Jalan Nanas, Kampung Driyan, Kelurahan Siswodipuran, Boyolali Kota. Truk akhirnya terguling dan menabrak rumah milik Juari dan mobil CR-V yang ditabraknya.

Tidak sekali ini saja, rumah milik Juari tertabrak mobil. Dalam 2 tahun terakhir, sudah 5 kali rumahnya tertabrak mobil yang mengalami kecelakaan di persimpangan jalan Nanas dan jalan Jambu tersebut.

"Sering sekali kecelakaan di sini, sudah 5 kali rumah saya tertabrak. Pada Desember hingga Januari lalu, saya hitung terjadi sekitar 40 kecelakaan di perempatan ini. Kemudian dalam sepekan terakhir ini sudah 8 kali kecelakaan," kata Febriana (21 tahun), anak Juari, Senin (10/7/2017).

Dari 5 kali kejadian itu, jelas dia, 3 kali menabrak pojok kanan depan, sekali menabrak bagian kandang di belakang rumah dan sekali mengenai samping rumah.

Saking sering menjadi 'langganan' kecelakaan, Febriana seperti tak kaget lagi dengan peristiwa yang menimpa rumah. Bahkan dalam kejadian terakhir, truk yang terguling itu nyaris mengenai dirinya. Saat kejadian, Febriana sedang tidur di kamar yang berada persis di pojok kanan depan, lokasi yang ditabrak truk. 

"Saya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara benturan keras. Mungkin karena sudah sering kejadian ya, saya langsung refleks lari keluar kamar. Ternyata benar ada truk menabrak rumah saya lagi," kata Febriana.

Menurut dia, ayahnya sudah membuat surat yang ditujukan ke kantor Kelurahan Siswodipuran, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Boyolali. Melalui surat itu, Juari mengusulkan agar perempatan tersebut diberi traffic ligt. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Pemkab Boyolali.

"Tadi pagi, saya disuruh bapak lagi membuat surat yang sama untuk disampaikan ke Kelurahan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Surat sudah saya buat dan saya kasihkan ke bapak saya, eee.. malah ini kejadian lagi," imbuh dia.

Lurah Siswodipuran, Santi Mulia Dewi, yang juga mendatangi lokasi kejadian mengaku bahwa pada awal tahun 2017 lalu pihaknya sudah mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan, Boyolali, untuk segera dicarikann solusi bagi perempatan yang sering mengalami kecelakaan itu.

"Kami mengusulkan untuk dibuat rambu-rambu di perempatan tersebut. Dibuat garis kejut dan lampu peringatan. Untuk garis kejutnya sudah di jalan Nanas, tetapi untuk lampu peringatan belum. Kami menyerahkan ke Pemkab untuk kajian apakah perlu dipasang traffic light atau cukup lampu peringatan saja di perempatan tersebut," paparnya. (mbr/mb)

Sumber: detik.com