WHAT'S NEW?
Loading...

Pelaksana Proyek Siap Perbaiki Jalan Desa Dibal yang Rusak Berat Akibat Proyek Tol Soker


BOYOLALI — Satuan kerja (satker) tol Solo-Kertosono (Soker) mengabulkan tuntutan warga untuk memperbaiki jalan desa Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yang rusak akibat dilintasi truk proyek.
Satker tol Soker telah menyiapkan anggaran senilai Rp700 juta untuk memperbaiki jalan penghubung antardesa itu. “Kami sudah anggarkan dana Rp700 juta untuk memperbaiki jalan yang rusak itu. Kami akan bertanggung jawab,” ujar Ketua Satker Tol Soker, Agung Sutarjo, Senin (27/2/2017).
Agung mengatakan anggaran senilai Rp700 juta itu akan digunakan mengembalikan fungsi jalan desa sepanjang 400 meter di Desa Dibal seperti sediakala. Selama ini, jalan di depan balai desa dan Pasar Dibal itu hancur tak karuan.
Puncaknya ketika hujan turun, jalan-jalan itu menjelma seperti kolam yang membahayakan saat dilintasi. Padahal, jalan itu ramai kendaraan para pedagang dan pembeli serta pengguna jalan. “Kami akui, selama ini memang ada truk proyek tol yang kerap melintasi jalan desa itu. Kami  akan bertanggung jawab memperbaikinya,” tegasnya.
Sesuai rencana, proyek perbaikan jalan Desa Dibal akan dimulai awal Mei nanti. Harapannya, tahun ini semua proyek jalan tol Soker dan jalan lain yang terdampak telah selesai dan bisa digunakan. “Makanya, tahun ini kami akan genjot penyelesaian proyek tol. Termasuk aspirasi warga yang mendesak,” terangnya.
Kepala Desa Dibal, Budi Setyono, mengaku telah menerima kepastian soal perbaikan jalan Desa Dibal itu. Menurutnya, satker tol telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kembali jalan yang rusak karena sering dilintasi truk proyek.
“Satker sangat kooperatif dan bisa merespons tuntutan warga. Kami ucapkan terima kasih,” paparnya.
Menurut Budi, tanpa keterlibatan pelaksana proyek tol, perbaikan jalan Desa Dibal yang remuk itu hanya menjadi angan-angan. Pemkab Boyolali tahun ini tak menganggarkan dana untuk perbaikan jalan rusak di depan balai desa itu.
“Desa sudah melayangkan surat kepada Pak Bupati dan DPU soal kerusakan jalan ini. Hasilnya, tak ada anggaran karena dulu satker tol berjanji yang akan memperbaiki,” jelasnya.
Sebelumnya, warga memprotes kerusakan jalan itu dengan menggelar aksi mancing bersama di kubangan. Aksi tersebut lantas diunggah ke sosial media dengan harapan lekas mendapatkan perhatian pihak terkait.
Sumber: solopos.com

1 Maret Besok Polisi Akan Operasi Besar-besaran, Ini yang Harus Anda Siapkan Agar Tidak Ditilang


Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas akan menggelar Operasi Simpatik. Operasi itu akan dimulai serentak di seluruh wilayah Indonesia selama 21 hari, mulai 1 Maret 2017.

Mengutip Otomania.com, Kabid Bin Gakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Chrysnanda Dwi Laksana mengatakan operasi itu merupakan kegiatan kepolisian yang bertujuan memberdayakan, membangun kemitraan, kepekaan, kepedulian dan kesadaran mengenai keamanan serta ketertiban lalu lintas.

"Kegiatan yang dilakukan berupa edukasi, kemitraan membangun keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas secara terpadu, dan berbagai kegiatan kampanye keselamatan pada semua lini," papar Chrysnanda, Senin (17/2/2017).

Lalu apa saja yang menjadi incaran dalam Operasi Simpatik kali ini? Ada banyak hal yang perlu diperhatikan pengendara dalam Operasi Simpatik kali ini.

Dalam operasi kali ini polisi akan memastikan helm pengendara sepeda motor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Begitu juga dengan spion, knalpot, ban, dan spesifikasi teknis lainnya. Juga surat kelengkapan kendaraan dan pengendara. Bagi yang tak memiliki surat maupun kelengkapan, langsung dikenai sanksi tilang.

Nah, bagi pelanggar lalu lintas akan dijatuhi sanksi berdasarkan Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya berupa denda hingga ancaman pidana kurungan. Berikut rincian sanksinya:

Pasal 279-281

Pasal 279

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 278

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 280

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 281

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Pasal 282

Setiap Pengguna Jalan yang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 285

(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kacasebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 287

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintassebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalansebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf d atau tata cara berhenti dan Parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(5) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf g atau Pasal 115 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(6) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lainsebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 288

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 289

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor atau Penumpang yang duduk di samping Pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (6) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 291

(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 293

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

Pasal 294

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan membelok atau berbalik arah, tanpa memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 295

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping tanpa memberikan isyarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 296

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 298

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam keadaan darurat di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pasal 300

Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum yang:

a. tidak menggunakan lajur yang telah ditentukan atau tidak menggunakan lajur paling kiri, kecuali saat akan mendahului atau mengubah arah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124 ayat (1) huruf c;

Pasal 300

Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor Umum yang:

c. tidak menutup pintu kendaraan selama Kendaraan berjalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124 ayat (1) huruf e.

Jika Anda tak mau ditilang, sebaiknya ikuti cara berikut ini:

1. selalu membawa SIM dan STNK yang masih aktif masa berlakunya,

2. alat kelengkapan keamanan kendaraan harus lengkap, yakni spion, lampu, rem, klakson, speedometer, knalpot, ban cadangan mobil, dongkrak mobil, kotak P3K dan lainnya.

3. jangan pernah lepas helm saat berkendara,

4. jangan menggunakan gawai sambil mengemudi,

5. plat nomor harus tepasang,

6. ikuti petunjuk rambu lalu lintas dan traffic light,

7. gunakan sabuk pengaman.

Sumber: tribunnews.com

Kabar Gembira, Bayar PBB Berhadiah Mobil


BOYOLALI – Kabar gembira bagi masyarakat yang taat membayar pajak. Bagi masyarakat yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaaan (PBB P2) tepat waktu, bekesempatan mendapat hadiah cukup menarik. Yakni satu unit mobil Toyota Agya dan 19 sepeda motor Yamaha Mio 125.
Kasubbid Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Nanang Sugiarto menjelaskan, hadiah ini inisiatif dari pemkab. Diperuntukkan bagi Wajib Pajak (WP) yang lunas membayar PBB hingga 31 Mei mendatang, untuk tahun pajak 2017.
Hal iniu dilakukan untuk memicu antusias WP. ”Sebagai penyemangat saja supaya masyarakat Boyolali sadar dan taat membayar pajak,” beber Nanang kepada Radar Boyolali kemarin (23/2).
Dijelaskan Nanang, hadiah mobil akan diundi di tingkat kabupaten. Sedangkan untuk sepeda motor diundi ditingkat kecamatan. Bagi WP yang telah melunasi PBB sampai dengan periode tersebut, secara otomatis akan diikutkan dalam undian berdasarkan Nomor Objek Pajak (NOP).
”Jadi undiah ini berlaku bagi semua orang. Terpenting sudah lunas membayar PBB dan dapat membuktikan dengan sudah bayar atau lunas jika nanti terpilih sebagai pemenang hadiah,” imbuh Nanang.
Saat ini SPPT PBB telah distribusikan di tingkat desa. Melalui undian berhadiah ini diyakini WP akan membayar PBB lebih awal. Sehingga dapat memenuhi target PBB 2017 sebesar Rp 27,2 miliar. Terbagi menjadi 534.566 WP. Mengingat perolehan PBB 2016 lalu mencapai 108 persen dari target sebesar Rp 28,2 miliar dan bisa tercapai hingga Rp 30,6 miliar.
”Dengan tercapainya target PBB P2, diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di segala sektor. Sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Nanang. 
Sumber: jawapos

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Simo & Andong


BOYOLALI — Puluhan rumah di wilayah Kecamatan Simo dan Andong rusak setelah disapu angin puting beliung disertai hujan, Senin (20/2/2017). Tak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi sore sekitar pukul 15.00 WIB itu.
Camat Simo, Hanung Mahendra, mengatakan jumlah rumah rusak di wilayah Kecamatan Simo mencapai 15 unit. Sementara, dua rumah rata dengan tanah setelah disapu angin. Sejumlah rumah yang rusak ringan lantaran tertimpa dahan pohon dan pohon tumbang. “Kerugian belum dihitung. Namun, taksiran mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Hanung, Senin (20/2/2017).
Hanung menjelaskan rumah-rumah warga yang rusak terjadi di Desa Sumber, Simo. Angin puting beliung merobohkan rumah dan menumbangkan pohon-pohon. Ada yang menimpa rumah, ada pula yang tak menimpa rumah. “Beruntung, tak ada pohon tumbang yang menimpa warga kami. Sampai saat ini, tak ada laporan warga meninggal dunia karena bencana alam ini,” tambahnya.
Hanung menambahkan, warga dan jajaran Muspika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Warga yang rumahnya rusak juga dievakuasi ke rumah tetangganya serta kerabatnya. “Tadi sempat ada genangan di sekitar kecamatan. Namun, tak berselang lama air sudah kembali surut,” tambahnya.
Selain di Simo, bencana alam puting beliung juga terjadi di Kecamatan Andong, tepatnya di Dukuh Banaran dan Drasan, Desa Sempu. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Nur Khamdani, menjelaskan angin puting beliung menumbangkan pohon-pohon dan merobohkan rumah-rumah warga.
Total rumah warga yang rusak mencapai puluhan jika digabung dengan bencana di wilayah Simo. “Kami sedang terjunkan anggota ke lokasi, namun belum ada kabar korban jiwa. Semoga tak ada korban meninggal dunia,” ujarnya.
Nur memastikan bahwa BPBD telah bekerja cepat dan tepat. Dibantu para sukarelawan, Muspika, TNI, dan Polri, sejumlah pohon tumbang langsung dievakuasi dan jalan yang ditutup bisa difungsikan normal. Khamdani menghimbau semua pihak untuk mewaspadai musibah akibat hujan deras dan angin kencang. Warga diminta menjauhi pohon-pohon besar yang tua ketika terjadi badai dan hujan.
“Jangan melanjutkan perjalanan jika terjadi hujan deras dan angin kencang. Sangat rawan kecelakaan. Terutama bahaya pohon tumbang,” terangnya.
Sumber: solopos

Boyolali Bangun Rusunawa Khusus Buruh


BOYOLALI – Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) khusus buruh, masuk tahap akhir. Rusunawa yang dibangun diatas tanah seluas 2 hektare hingga 3 hektare itu berada di kampung Rejosari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Tepatnya di sebelah selatan Yonif 408 yang ada di Jalan Perintis Kemerdekan Kota Boyolali.
Berdasar informasi di lokasi proyek pembangunan rusunawa, saat ini pembangunan sudah mencapai lebih dari 60 persen. Tinggal pemasangan keramik dan plafon serta pembangunan halaman rusunawa. Tak hanya itu, pemasangan jaringan listrik juga sudah mulai dikerjakan. Yakni dengan memasang beberapa tiang listrik dari jalan raya Sonolayu-Ngangkruk ke lokasi rusunawa.
Rusunawa itu memang dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun setelah selesai dibangun, rusunawa itu akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Boyolali untuk membantu para buruh di Boyolali yang belum memiliki tempat tinggal.
Kepala Bidang Hubungan Industrial  dan Jaminan Sosial, Dinas Koperasi dan Tenaga kerja (Dinkopnaker), Joko Santoso mengatakan, Pemkab Boyolali mendapatkan jatah pembangunan rusunawa buruh dari Menteri PUPR. Hal itu untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah bagi buruh yang ada di Boyolali.
Di sisi lain, program rusunawa merupakan bagian dari kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), satu juta rumah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menempati rumah untuk sementara waktu. “Kami berharap pembangunan rusunawa buruh dapat meringankan beban dan buruh dapat hidup sejahtera,” terang Joko Santoso.
“Banyak buruh di Boyolali yang masih belum memiliki tempat tinggal. Sehingga dengan rusunawa ini sangat membantu buruh,” imbuhnya.
Dijelaskan Joko, rusunawa ini terdiri dari 116 rumah yang terbagi dalam dua blok atau twin block. Setiap blok terdiri dari lima lantai. Selain itu, di rusunawa tersebut juga dilengkapi fasilitas umum seperti taman, dan tempat ibadah. “Kita tunggu saja, pembangunannya sampai selesai,” tandas Joko.
Sumber: radar solo

Mutasi Besar-besaran, Bupati Seno Segera Rombak Seluruh Pejabat Eselon II


BOYOLALI — Bupati Boyolali Seno Samodro memastikan akan merombak seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Perombakan dilakukan setelah Panitia Seleksi (Pansel) menyampaikan rekomendasi hasil seleksi penataan kepada Bupati Seno. “Seperti saya janjikan, nanti mau saya kocok semua. Hla gimana, mereka semua pendukung saya semua jadi akan saya perlakukan sama, kopyok kabeh,” kata Seno Senin (14/2/2017).
Seno telah menerima hasil uji kompetensi dari 28 pejabat tingkat pratama (PTP) yang mengikuti seleksi mutasi kemarin. “Hasilnya saya suruh simpan BKP2D [Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah]. Saya nanti terima hasil matangnya saja. Yang jelas kalau menurut saya ada yang tidak kompeten. Pasti ada, makanya harus geser menggeser nanti,” kata dia.
Selain berdasarkan hasil uji kompetensi, Seno juga akan melihat kemampuan dan kemauan pejabat eselon II dalam menyukseskan visi-misinya selama lima tahun ke depan. “Misalnya menjadi pejabat eselon II tapi ndak bisa ‘tanda tangan’, itu namanya kompeten ora? Kalau menunggu mundur ya repot. Ndak bisa tanda tangan itu kan namanya ndableg. Kalau saya peringatkan berisiko, tapi nunggu kesadaran untuk mundur ya ndak ada.”
Terkait hasil seleksi penataan ini, Seno akan merombak dan pelantikan paling cepat bisa dilakukan awal April. “Mudah-mudahan semuanya lancar.”
Ketua Pansel Jabatan Pemkab Boyolali, Anwar Hamdani, membenarkan hasil uji kompetensi seluruh PTP di Pemkab Boyolali sudah diserahkan kepada Bupati Seno Samodro. Namun, pansel masih harus membuat rekomendasi secara mendetail terkait hasil seleksi.
Seperti diketahui, seleksi mutasi PTP digelar sejak akhir Januari lalu. Sebanyak 28 pejabat eselon II harus mengikuti beberapa tahapan seleksi mulai dari wawancara, uji kompetensi, hingga penilaian rekam jejak karier.
“Dalam pekan ini, rekomendasi hasil seleksi penataan secara keseluruhan akan kami serahkan kepada Pak Bupati,” kata Anwar, kepada Solopos.com,Rabu (15/2/2017).
Rekomendasi kepada Bupati yang akan dibuat tim pansel langsung mengarah pada nama-nama yang dinilai kompeten untuk memimpin dinas terkait. Misalnya dinas A, tim pansel sudah punya rekomendasi tiga nama yang sesuai. “Tinggal nanti bupati memilih dari tiga nama yang kami rekomendasikan.”
Dengan demikian, Anwar menilai wajar jika Bupati Seno sudah memiliki gambaran bakal terjadi mutasi besar-besaran di tingkat kepala dinas.
Sumber: solopos.com

Perluas Daya Tampung, Waduk Cengklik Dikeruk


BOYOLALI — Waduk Cengklik Boyolali ditargetkan mampu menampung air hingga 15 juta meter kubik setelah pengerukan sedimen tahun lalu.
Dengan daya tampung sebesar itu, waduk yang dibangun zaman penjajahan Belanda itu akan kembali mampu mengairi area pertanian hingga ke wilayah perbatasan Boyolali-Karanganyar. 
Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Tri Mandiri, Samidi, mengatakan volume Waduk Cengklik saat ini belum bisa diketahui batas maksimalnya. Ia baru bisa melihat volume maksimal Waduk Cengklik paling lambat akhir Februari nanti.
“Saat ini kan hujan cukup deras. Prediksi kami, maksimal akhir Februari nanti permukaan waduk baru penuh. Nah, volume waduk baru terlihat nanti,” ujarnya.
Menurut Samidi, volume air Waduk Cengklik pernah menembus 17,5 juta meter kubik pada 1976 silam ketika waduk baru saja direvitalisasi. Seiring perjalanan waktu, jumlah sedimen terus menumpuk dan mengurangi daya tampung Waduk Cengklik. “Saat ini, volume Waduk Cengklik maksimal hanya 10,5 juta meter kubik,” jelasnya.
Saat memasuki musim kemarau, kata dia, volume air Waduk Cengklik bahkan hanya menyisakan 500.000 meter kubik. Hal itulah yang membuat areal pertanian di wilayah ujung timur saat ini tak mendapatkan jatah air irigasi.
“Dulu, Waduk Cengklik bisa mengairi sampai Desa Giriroto yang berbatasan dengan Karanganyar. Sekarang, air habis terpakai untuk wilayah terdekat saja,” jelasnya.
Terkait kelanjutan proyek pengerukan Waduk Cengklik, Samidi belum bisa memastikannya. Ia berharap proyek itu tetap sesuai rencana awal, yakni dilanjutkan pada 2017. “Saya belum menghadap ke Jakarta lagi. Sesuai rencana awal, proyek pengerukan waduk tahun kemarin mestinya dilanjutkan 2017,” terangnya.
Ketua P3A Nogosari, Sadino, mengaku heran dengan sejumlah bangunan permanen yang didirikan di saluran irigasi karena ada yang sudah diuruskan sertifikat kepemilikan tanahnya. “Bahkan, ada yang siap membayar berapa pun harganya asal bisa disertifikatkan. Padahal, ini kan aset negara,” paparnya.
Selain didirikan bangunan permanen, Sadino mengatakan berkurangnya volume Waduk Cengklik juga diperparah dengan banyaknya pohon-pohon yang sengaja ditanam di atas tanah aset irigasi, salah satunya pohon jati. Pohon-pohon jati ditanam di tanggul oleh warga untuk kepentingan pribadi.
Sumber: Solopos

Satu Rumah di Mojosongo Rata Akibat Puting Beliung


BOYOLALI — Satu rumah di RT 001/RW 002, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, milik Marto Wiji, 70, roboh karena diterjang puting beliung pada Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Rumah tersebut rata dengan tanah.
Pada Minggu (5/2/2017) pagi, warga bergotong royong membangun kembali rumah Marto dengan bahan bangunan yang tersisa. Warga juga terpaksa merobohkan rumah milik Sutiyo karena konstruksinya sudah miring dan nyaris roboh. Rumah Sutiyo dan Marto bersebelahan.
“Kalau tidak dirobohkan kami khawatir rumah bakal ambruk dan ikut merusak rumah lain karena ini kondisinya sudah hampir menimpa rumah di sebelahnya,” ujar Sutiyo.
Ketua RT 001/RW 002, Desa Butuh, Wagiyo, mengatakan warga akan berswadaya membantu membangun kembali rumah Marto. “Ya, nanti dengan bantuan warga semampunya,” ujar Wagiyo.
Selain di Butuh, puting beliung juga menerjang Desa Penggung, Boyolali Kota. “Hanya kerusakan ringan pada beberapa rumah dan pohon tumbang,” kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo
Sumber: Solopos

Kades Potronayan ini Sukses Nasionalkan Potensi Desanya


BOYOLALI - Potroyanan, sebuah Desa di bagian selatan Boyolali yang dulu warganya sendiri malu untuk mengakui jati dirinya sebagai warga Potronayan, kini telah bertransformasi menjadi sebuah Desa yang maju, bahkan menjadi salah satu Desa percontohan di Kabupaten Boyolali.
Adalah Sugeng, sosok di balik wajah baru Desa Potronayan itu. Ia adalah Kepala Desa (Kades) yang telah berhasil mereformasi mental warganya menjadi pribadi yang kreatif, inovatif dan tangguh.
"Dahulu karena memang basis perekonomian warga kami adalah pertanian maka mereka sangat bergantung pada pertanian. Namun hal itu menjadi masalah karena Desa kami ini Desa yang dilalui sungai besar dan ketika hujan banyak yang gagal panen karena kawasan sungai mengalami sedimentasi yang menyebabkan banjir. Nah, ketika gagal panen ya karena penghasilan hanya bergantung pada sektor itu maka banyak yang rugi dan dampaknya perekonomian lemah. Maka dari itu saya ubah mindset mereka yang sebelumnya menggantungkan diri dari sektor pertanian saja sekarang menjadikan sektor pertanian sebagai sampingan saja," jelas Sugeng saat disela sela kesibukannya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Solo Raya ini berhasil mengembangkan sektor riil industri kreatif dan peternakan di wilayahnya tanpa melupakan sektor pertanian.
Seluruh Ketua RT dan sebagian warga Desa Potronayan, kata Sugeng, telah mempunyai unit usaha produktif meubelair. Selain itu setiap warga menjalin kemitraan dengan pemerintahan Desa dalam sektor peternakan dengan budidaya sapi potong serta pengolahan pupuk organik dan biogas.
"Tiap warga di sini minimal memiliki empat sapi, bahkan ada yang satu warga memiliki enam belas sapi. Kotoran sapi nantinya akan kita manfaatkan sebagai pupuk organik dan biogas, jadi seluruh warga di sini pasti di setiap rumahnya memiliki mesin pengolah kotoran sapi menjadi biogas. mereka masak menggunakan itu," ucapnya.
Meski telah sukses dalam bidang industri kreatif dan peternakan, Sugeng tak melupakan sektor pertanian begitu saja. Ia tidak mau meminggirkan sektor yang sudah puluhan tahun menjadi sektor primer di Potronayan. Ia mengemas segala bentuk pertanian menjadi lebih modern dan variatif.
"Alhamdulillah sudah terealisasi sekarang petani di sini kalau menanam padi sudah pakai mesin jadi lebih praktis, selain itu saya kembangkan juga budidaya kencur yang tahun ini telah mencapai 36 hektar, ya syukur alhamdulillah untuk tahun ini bisa menghasilkan sekitar 800 ton dari 130 hektar sawah," jelasnya
Dalam kepemimpinannya, Sugeng memiliki gaya yang khas, yaitu detail dan komprehensif. Seperti misalnya dalam hasil panen padi ia mengemas sendiri padi tersebut dengan merk "Potronayan" sehingga tidak hanya memikirkan produksi tapi juga distribusi dan marketing dalam setiap produk yang dihasilkan dari Potronayan.
"Jadi semua produk dan potensi yang dimiliki oleh Desa Potronayan ke depan akan kami pasarkan via online, seperti misalnya website Desa juga via riil melalui pasar pasar di Solo raya dan sekitarnya, ya jika kita bisa mandiri itu akan lebih bagus," imbuhnya
Sukses di berbagai lini, Sugeng tak serta merta melupakan aspek paling penting dalam sebuah perkembangan kemajuan Desa, yaitu sumber daya manusia. Ia tak lelah membuat program yang membangun SDM Potronayan menjadi lebih baik, misalnya mengadakan pelatihan pelatihan website, peternakan dan pertanian, membangun perpustakaan Desa dan membuat gerakan salat subuh berjamah. Ia beranggapan bahwa percuma saja sarana prasarana dan semua sektor telah berhasil jika tidak diimbangi dengan SDM yang berkualitas.
"Desa Potronayan adalah Desa pertama di Boyolali yang memiliki perpustakaan Desa, masyarakat di sini aktif membaca buku yang kebanyakan dibaca adalah buku tentang pertanian dan peternakan, jadi balai Sesa ini selalu ramai apalagi ketika akhir pekan," tutup Sugeng.
Sumber: Jitunews

Sungai Braholo Meluap, Jembatan Gantung Bawu Kemusu Terancam Putus


BOYOLALI — Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Boyolali beberapa hari ini mengakibatkan Sungai Braholo yang terletak di wilayah Desa Bawu Kecamatan Kemusu meluap.  Luapan sungai tersebut membawa sampah dalam jumlah yang cukup banyak yang menumpuk di bawah jembatan dan menyebabkan aliran air tersumbat. Luapan sungai yang bermuara di Waduk Kedung Ombo (WKO) ini pun mengakibatkan Sling atau tali baja jembatan gantung Bawu, Kecamatan Kemusu putus. Warga yang melintas pun diminta berhati- hati.
Sebagaimana dilansir suaramerdeka.com, pada Rabu (1/2) malam, jembatan gantung yang merupakan satu-satunya akses masyarakat Desa Klewor dan Desa Bawu itu tidak bisa dilalui karena jembatan terendam air. Namun, pada Kamis (2/2) pagi, luapan air mulai surut hanya pada bagian ujung jembatan masih terendam air.
“Ujung jembatan masih terendam air kira-kira setinggi lutut orang dewasa,” kata Camat Kemusu, Supana, Kamis (2/2).
Meskipun air surut, imbuh Supana, warga sekitar kini was- was. Pasalnya, tali sling jembatan putus. Jika air terus meluap dan membawa sampah, maka dikhawatirkan jembatan bakal hanyut. “Pasalnya, enam tali sling penguat jembatan sudah putus.”
Keesokan harinya, masyarakat bersama aparat Muspika Kemusu bergotong-royong membersihkan sampah yang menumpuk di bawah jembatan. Sampah-sampah didorong agar ikut hanyut ke arah hilir sehingga aliran air bisa lancar.
Kapolsek Kemusu, AKP Arifin Suryani, menjelaskan aparat dari Polri dan TNI siaga 24 jam mengantisipasi kemungkinan sungai kembali meluap. Warga juga dihimbau tidak bermain di jembatan karena berbahaya.
Sumber: suara merdeka

April, Tarif PDAM Alami Kenaikan

Ilustrasi

BOYOLALI -  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Boyolali bakal menaikkan tarif dasar air bersih. Kenaikan tarif ini akan berlaku mulai April mendatang.
Direktur Utama PUDAM Boyolali Cahyo Sumarso menjelaskan, meski ada kenaikan tarif, namun besarannya tak terlalu signifikan. Sebab, nilai tarif air minum di Boyolali masih lebih rendah dari aturan Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.
Dalam peremen tersebut menyebutkan penetapan tarif standar tidak melampaui empat persen dari upah minimum kabupaten (UMK). Hitungannya, UMK Boyolali sebesar Rp 1.519.289, maka jumlah empat persen dari nilai tersebut adalah sebesar Rp 60.772. Sementara meski sudah ada penyesuaian, tarif air minum yang mesti dibayarkan selama sebulan untuk 10 meter kubik per bulan hanya Rp 40 ribu saja.
“Masih lebih rendah dari ketetapan Permendagri yang menyebutkan batas tarif air minum maksimal 4 persen dari nilai pendapatan masyarakat,” kata Cahyo.  
Cahyo menjelaskan, penyesuaian tarif dasar air yang akan diberlakukan yakni penerapan harga dasar dari Rp 2.250 per meter kubik menjadi Rp 2.600 per meter kubik atau ada kenaikan sebesar Rp 350 per meter kubik.
Penetapan tarif ini sebenarnya sudah ditetapkan bupati pada 2013, berdasar peraturan bupati (perbup) 2009. Namun penyesuaian tarif tersebut ditunda selama empat tahun dan baru akan diberlakukan per April besok untuk 53.079 sambungan rumah (SR) yang saat ini menjadi pelanggan PUDAM Boyolali.
 “Penyesuaian tarif ini juga untuk mendukung investasi dan pengembangan sesuai target pemerintah, di mana pada 2019 nanti, pelayanan air bersih kepada masyarakat sudah tercapai 100 persen,” tandasnya.
Sumber: radar solo

Watu Blerek; Spot Wisata Baru yang Lagi Hits di Selo

Photo by @pujiy_leaderazaria
BOYOLALI - Watu Blerek terletak di Kec. Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Selain jadi jalur pendakian  Gunung Merapi dan Merbabu, Kecamatan Selo memang sedang gencar-gencarnya melahirkan spot-spot wisata baru. Nah, jadi buat kamu yang ada rencana main ke Boyolali, atau ada rencana naik ke Merapi maupun Merbabu, coba deh mampir ke spot Watu Blerek yang  menyuguhkan view menawan.
Buat kamu yang penasaran dengan keindahan Waktu Blerek, kamu cukup membayar tiket Rp2.000 saja. Dengan harga yang sedemikan murah, kamu sudah bisa foto-foto kece di gardu pandang dengan view pegunungan dan alam sekitar yang hijau. Karena spot ini terbilang sangat baru, harap dimaklumi bila fasilitas belum terlalu memadai dan pastinya akan terus dikembangkan.
Bila ke sini, jangan lupa bawa bekal dari rumah. Ya, sekedar jaga-jaga kalau-kalau kelaparan di tengah perjalanan. Bawa baju hangat buat kamu yang tak tahan hawa dingin. Pastikan baterei kamera terisi penuh untuk mengabadikan moment dan pemandangan alam sekitar. Pastikan juga kendaraan yang kamu gunakan dalam kondisi prima dan full bensin, karena akses menuju Watu Blerek cukup menantang. Dan, yang terpenting, pastikan juga fisik tubuhmu dalam kondisi yang sangat baik.
Watu Blerek terbilang kece untuk kamu kunjungi saat singgah di Boyolali. Paduan antara megahnya Gunung Merbabu dengan langit biru bisa jadi obat paling ampuh menyembuhkan gundah dan luka hati. Datanglah bersama teman atau kekasih agar jalan-jalanmu terasa lebih menyenangkan. Asal tetap ingat, tetap jaga kebersihan dan tidak melakukan hal yang merugikan orang-orang di sekitar. Be wise travelers, guys!
Sumber: ngadem.com