WHAT'S NEW?
Loading...

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Simo & Andong


BOYOLALI — Puluhan rumah di wilayah Kecamatan Simo dan Andong rusak setelah disapu angin puting beliung disertai hujan, Senin (20/2/2017). Tak ada korban jiwa dalam bencana alam yang terjadi sore sekitar pukul 15.00 WIB itu.
Camat Simo, Hanung Mahendra, mengatakan jumlah rumah rusak di wilayah Kecamatan Simo mencapai 15 unit. Sementara, dua rumah rata dengan tanah setelah disapu angin. Sejumlah rumah yang rusak ringan lantaran tertimpa dahan pohon dan pohon tumbang. “Kerugian belum dihitung. Namun, taksiran mencapai puluhan juta rupiah,” ujar Hanung, Senin (20/2/2017).
Hanung menjelaskan rumah-rumah warga yang rusak terjadi di Desa Sumber, Simo. Angin puting beliung merobohkan rumah dan menumbangkan pohon-pohon. Ada yang menimpa rumah, ada pula yang tak menimpa rumah. “Beruntung, tak ada pohon tumbang yang menimpa warga kami. Sampai saat ini, tak ada laporan warga meninggal dunia karena bencana alam ini,” tambahnya.
Hanung menambahkan, warga dan jajaran Muspika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Warga yang rumahnya rusak juga dievakuasi ke rumah tetangganya serta kerabatnya. “Tadi sempat ada genangan di sekitar kecamatan. Namun, tak berselang lama air sudah kembali surut,” tambahnya.
Selain di Simo, bencana alam puting beliung juga terjadi di Kecamatan Andong, tepatnya di Dukuh Banaran dan Drasan, Desa Sempu. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Nur Khamdani, menjelaskan angin puting beliung menumbangkan pohon-pohon dan merobohkan rumah-rumah warga.
Total rumah warga yang rusak mencapai puluhan jika digabung dengan bencana di wilayah Simo. “Kami sedang terjunkan anggota ke lokasi, namun belum ada kabar korban jiwa. Semoga tak ada korban meninggal dunia,” ujarnya.
Nur memastikan bahwa BPBD telah bekerja cepat dan tepat. Dibantu para sukarelawan, Muspika, TNI, dan Polri, sejumlah pohon tumbang langsung dievakuasi dan jalan yang ditutup bisa difungsikan normal. Khamdani menghimbau semua pihak untuk mewaspadai musibah akibat hujan deras dan angin kencang. Warga diminta menjauhi pohon-pohon besar yang tua ketika terjadi badai dan hujan.
“Jangan melanjutkan perjalanan jika terjadi hujan deras dan angin kencang. Sangat rawan kecelakaan. Terutama bahaya pohon tumbang,” terangnya.
Sumber: solopos

0 comments:

Post a Comment