WHAT'S NEW?
Loading...

April, Tarif PDAM Alami Kenaikan

Ilustrasi

BOYOLALI -  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Boyolali bakal menaikkan tarif dasar air bersih. Kenaikan tarif ini akan berlaku mulai April mendatang.
Direktur Utama PUDAM Boyolali Cahyo Sumarso menjelaskan, meski ada kenaikan tarif, namun besarannya tak terlalu signifikan. Sebab, nilai tarif air minum di Boyolali masih lebih rendah dari aturan Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.
Dalam peremen tersebut menyebutkan penetapan tarif standar tidak melampaui empat persen dari upah minimum kabupaten (UMK). Hitungannya, UMK Boyolali sebesar Rp 1.519.289, maka jumlah empat persen dari nilai tersebut adalah sebesar Rp 60.772. Sementara meski sudah ada penyesuaian, tarif air minum yang mesti dibayarkan selama sebulan untuk 10 meter kubik per bulan hanya Rp 40 ribu saja.
“Masih lebih rendah dari ketetapan Permendagri yang menyebutkan batas tarif air minum maksimal 4 persen dari nilai pendapatan masyarakat,” kata Cahyo.  
Cahyo menjelaskan, penyesuaian tarif dasar air yang akan diberlakukan yakni penerapan harga dasar dari Rp 2.250 per meter kubik menjadi Rp 2.600 per meter kubik atau ada kenaikan sebesar Rp 350 per meter kubik.
Penetapan tarif ini sebenarnya sudah ditetapkan bupati pada 2013, berdasar peraturan bupati (perbup) 2009. Namun penyesuaian tarif tersebut ditunda selama empat tahun dan baru akan diberlakukan per April besok untuk 53.079 sambungan rumah (SR) yang saat ini menjadi pelanggan PUDAM Boyolali.
 “Penyesuaian tarif ini juga untuk mendukung investasi dan pengembangan sesuai target pemerintah, di mana pada 2019 nanti, pelayanan air bersih kepada masyarakat sudah tercapai 100 persen,” tandasnya.
Sumber: radar solo

0 comments:

Post a Comment