WHAT'S NEW?
Loading...

Kades Potronayan ini Sukses Nasionalkan Potensi Desanya


BOYOLALI - Potroyanan, sebuah Desa di bagian selatan Boyolali yang dulu warganya sendiri malu untuk mengakui jati dirinya sebagai warga Potronayan, kini telah bertransformasi menjadi sebuah Desa yang maju, bahkan menjadi salah satu Desa percontohan di Kabupaten Boyolali.
Adalah Sugeng, sosok di balik wajah baru Desa Potronayan itu. Ia adalah Kepala Desa (Kades) yang telah berhasil mereformasi mental warganya menjadi pribadi yang kreatif, inovatif dan tangguh.
"Dahulu karena memang basis perekonomian warga kami adalah pertanian maka mereka sangat bergantung pada pertanian. Namun hal itu menjadi masalah karena Desa kami ini Desa yang dilalui sungai besar dan ketika hujan banyak yang gagal panen karena kawasan sungai mengalami sedimentasi yang menyebabkan banjir. Nah, ketika gagal panen ya karena penghasilan hanya bergantung pada sektor itu maka banyak yang rugi dan dampaknya perekonomian lemah. Maka dari itu saya ubah mindset mereka yang sebelumnya menggantungkan diri dari sektor pertanian saja sekarang menjadikan sektor pertanian sebagai sampingan saja," jelas Sugeng saat disela sela kesibukannya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Solo Raya ini berhasil mengembangkan sektor riil industri kreatif dan peternakan di wilayahnya tanpa melupakan sektor pertanian.
Seluruh Ketua RT dan sebagian warga Desa Potronayan, kata Sugeng, telah mempunyai unit usaha produktif meubelair. Selain itu setiap warga menjalin kemitraan dengan pemerintahan Desa dalam sektor peternakan dengan budidaya sapi potong serta pengolahan pupuk organik dan biogas.
"Tiap warga di sini minimal memiliki empat sapi, bahkan ada yang satu warga memiliki enam belas sapi. Kotoran sapi nantinya akan kita manfaatkan sebagai pupuk organik dan biogas, jadi seluruh warga di sini pasti di setiap rumahnya memiliki mesin pengolah kotoran sapi menjadi biogas. mereka masak menggunakan itu," ucapnya.
Meski telah sukses dalam bidang industri kreatif dan peternakan, Sugeng tak melupakan sektor pertanian begitu saja. Ia tidak mau meminggirkan sektor yang sudah puluhan tahun menjadi sektor primer di Potronayan. Ia mengemas segala bentuk pertanian menjadi lebih modern dan variatif.
"Alhamdulillah sudah terealisasi sekarang petani di sini kalau menanam padi sudah pakai mesin jadi lebih praktis, selain itu saya kembangkan juga budidaya kencur yang tahun ini telah mencapai 36 hektar, ya syukur alhamdulillah untuk tahun ini bisa menghasilkan sekitar 800 ton dari 130 hektar sawah," jelasnya
Dalam kepemimpinannya, Sugeng memiliki gaya yang khas, yaitu detail dan komprehensif. Seperti misalnya dalam hasil panen padi ia mengemas sendiri padi tersebut dengan merk "Potronayan" sehingga tidak hanya memikirkan produksi tapi juga distribusi dan marketing dalam setiap produk yang dihasilkan dari Potronayan.
"Jadi semua produk dan potensi yang dimiliki oleh Desa Potronayan ke depan akan kami pasarkan via online, seperti misalnya website Desa juga via riil melalui pasar pasar di Solo raya dan sekitarnya, ya jika kita bisa mandiri itu akan lebih bagus," imbuhnya
Sukses di berbagai lini, Sugeng tak serta merta melupakan aspek paling penting dalam sebuah perkembangan kemajuan Desa, yaitu sumber daya manusia. Ia tak lelah membuat program yang membangun SDM Potronayan menjadi lebih baik, misalnya mengadakan pelatihan pelatihan website, peternakan dan pertanian, membangun perpustakaan Desa dan membuat gerakan salat subuh berjamah. Ia beranggapan bahwa percuma saja sarana prasarana dan semua sektor telah berhasil jika tidak diimbangi dengan SDM yang berkualitas.
"Desa Potronayan adalah Desa pertama di Boyolali yang memiliki perpustakaan Desa, masyarakat di sini aktif membaca buku yang kebanyakan dibaca adalah buku tentang pertanian dan peternakan, jadi balai Sesa ini selalu ramai apalagi ketika akhir pekan," tutup Sugeng.
Sumber: Jitunews

0 comments:

Post a Comment