WHAT'S NEW?
Loading...

Mencengangkan!!! Siswa SMA BK 2 Boyolali Ini Hafal 17 Juz Alquran


BOYOLALI — Kisah inspiratif siswa SMA Bhinneka Karya (BK) 2 Boyolali layak ditiru. Meski bukan santri pondok pesantren (ponpes), namun dia bisa menghafal 17 juz Alquran.
Separuh lebih hafalannya ia dapatkan dari ketekunannya tadarus Alquran selepas salat Subuh dan salat Magrib. Dialah Abdullah Ahmad, 17, siswa kelas XI IPS 1 SMA Bhinneka Karya (BK) 2 Boyolali.
Habis salat Subuh dan Magrib, saya membiasakan membaca Alquran 30 menit. Lama-lama hafalan bertambah,” ujar Abdullah.
Membaca Alquranmenjadi rutinitas Abdullah sejak usia 8 tahun. Memasuki SMP, dia intens membaca dan menghafal Alquran sedikit demi sedikit. Memasuki SMA, tradisinya tak berubah. Dia tetap tadarus di rumahnya RT 002/ RW 004 Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali.


Kini, hafalan Abdullah telah mencapai 17 juz. “Waktu SMP sudah dapat 12 juz. Lalu, memasuki SMA bertambah lagi sampai 17 juz,” ujar putra tunggal dari pasangan Amin Susilo dan Trihastuti ini.
Abdullah memiliki motivasi kuat di balik cita-citanya menghafal Alquran di sela-sela belajar di SMA. Salah satunya ialah ingin memberikan mahkota terindah kepada orang tuanya di hari akhirat kelak. Itulah sebabnya, orang tuanya terus mendukungnya agar bisa menghafal Alquran seutuhnya meski bukan santri ponpes.
“Tapi ya godaannya menghafal Alquran sambil sekolah umum itu sangat berat. Pinginnya main terus, nonton TV, dan pegang handphone,” katanya.
Abdullah mengaku hafalannya itu saat ini sangat jauh dari sempurna. Dia merindukan biasa menghafal Alquran 30 juz dan bisa istiqomah menjaga Alquran seperti para hafiz lainnya. “Target saya, sebelum kuliah nanti, saya sudah bisa menghafalkan 30 juz Alquran. Doakan ya?” ujarnya.
Guru agama SMA BK 2 Boyolali, Muhammad Bari, mengaku salut dengan ketekunan Abdullah menghafal Alquran di sela-sela statusnya sebagai pelajar SMA. Menurut dia, apa yang dicapai Abdullah bukanlah hal mudah.
Abdullah, kata dia, terbukti mampu mengatur waktu dan pikiran menghafal Alquran di sela-sela padatnya kegiatan belajar mengajar di SMA. “Padahal, beban sekolah saja sudah berat. Toh, dia masih sanggup menyediakan waktu dan pikiran untuk Alquran,” ujarnya.
Meski mampu menghafal Alquran 17 juz, Abdullah mengaku tak tertarik ikut kompetisi tahfiz. Pernah sekali dia ikut lomba tahfid semasa masih SMP. Namun, ia tak melanjutkan lagi ke kabupaten karena merasa minder. “Ngaji saya masih kalah bagus dengan peserta lainnya,” ujarnya merendah.
Sumber: Solopos.com

Peristiwa Langka, Bayi Kembar Tiga Lahir di Boyolali


BOYOLALI — Bayi kembar tiga lahir di Rumah Sakit (RS) Hidayah, Boyolali, Jumat (24/3/2017). Ketiganya terlahir dalam kondisi sehat, begitu juga sang ibu.
Bayi pasangan Arianto dan Noviana warga Perum Mojoasri, Mojosongo, Boyolali, tersebut dilahirkan melalui operasi sectio caesarea (caesar) sekitar pukul 14.00 WIB. Operasi tersebut dilakukan tim dokter yang diketuai Widyasih Pritasari.

Pejabat Humas RS Hidayah Agung Susilo, Sabtu (25/3/2017), mengatakan proses operasi kelahiran bayi berjalan lancar dan memakan waktu sekitar 45 menit. “Proses operasi berjalan lancar atas bantuan semua anggota tim, baik dokter spesialis anestesi dan juga dokter spesialis anak. Semua telah bekerja dengan baik dibantu oleh anggota tim yang lain,” ujarnya.
Ketiga bayi berjenis kelamin laki-laki itu masing-masing berberat badan 2,4 kg, 2,5 kg, dan 1,7 kg. Hingga Sabtu, ibu dan ketiga bayinya dirawat di ruang rawat gabung ibu dan anak Kunthi.
Agung menambahkan kelahiran bayi kembar tiga termasuk peristiwa yang cukup jarang ditemui di Indonesia, bahkan di dunia. Menurut catatan, kembar tiga terjadi sekali dalam 9.000 kelahiran. “Peristiwa ini sangat jarang. Perbandingannya 1 banding 9.000 kelahiran,” imbuhnya.
Sumber: solopos.com

Menara Jagung Itu Tak Seindah Dulu Lagi


BOYOLALI — Menara Jagung yang dibangun tak jauh dari Kantor Bupati Boyolali kini kondisinya sudah tak seindah dulu. Jagung-jagung asli yang menjadi dinding menara tersebut sudah mulai berjamur.
Membran yang menjadi “kulit” jagung pun mulai terlepas dari tempatnya sehingga membuat Menara Jagung terlihat tidak rapi. Sebagaimana diketahui, menara berdiameter sekitar tiga meter tersebut berdiri dengan kerangka besi dan di bagian luar ditempatkan sekitar 16.000 jagung utuh atau seberat sekitar 6 ton.
Menara setinggi 15 meter yang juga mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) ini dibangun dalam rangka Peringatan ke-36 Hari Pangan Sedunia (HPS) 2016. Menara Jagung sempat menjadi objek swafoto (selfie) masyarakat Boyolali dan sekitarnya.
Menurut salah satu warga Boyolali di sekitar menara, Agung Budiman, 35, Menara Jagung itu sekarang terlihat tidak terawat. “Kelihatannya tidak terawat ya. Sudah terlihat kumuh,” kata warga Mosojongo tersebut.
Harjono, 19, warga Kecamatan Boyolali Kota, mengatakan hal senada dengan Agung. Menurutnya, Menara Jagung sudah tidak menarik untuk selfie. “Kayaknya sudah rusak tuh, jadi kurang bagus kalau buat selfie di situ,” ujarnya.
Keduanya berharap Pemkab atau pengelola Menara Jagung tersebut memperbaikinya sehingga keindahannya dapat dikembalikan. Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boyolali, Bambang Purwadi, mengakui kondisi Menara Jagung sudah tidak indah lagi.
Karenanya, saat ini Dinas Ketahanan Boyolali tengah bernegosiasi dengan pihak ketiga untuk merehab menara tersebut. “Mungkin karena usia dan cuaca sehingga menaranya jadi kelihatan begitu. Tapi kami sudah berkomunikasi dengan BISI [PT BISI International Tbk.] untuk memperbaikinya,” kata dia saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Kamis (23/3/2017).
Dia berharap rekanan itu bisa membiayai seluruh perbaikan itu. “Nanti mereka yang perbaiki semuanya. Anggarannya juga dari mereka. Sebagai kompensasinya, mereka boleh memasang logo di sana,” kata dia.
Soal teknis perbaikan, dia belum dapat menentukan karena masih dalam pembahasan. Namun dia punya bayangan, agar menara tersebut lebih awet, jagung-jagungnya diberi pelapis (coating) agar jagung-jagung terlindung dari cuaca.
Sumber: solopos.com

Innalillahi... KH Hasyim Muzadi Wafat


JAKARTA -- Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Indonesia kembali berduka dengan wafatnya salah seorang tokoh kharismatik, ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, KH Hasyim Muzadi. Kabar duka wafatnya Kiai Hasyim disampaikan sejumlah tokoh di akun media sosialnya. 
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, lewat akun Twitter-nya menyampaikan duka cita. "Telah wafat KH Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahnnya, diterima amal bajiknya, berada di sisi-Nya, Alfatihah... ," tulis Menag Lukman. 
Kabar duka juga disampaikan oleh KH Mustofa Bisri. Di akun Twitter-nya, dia menyampaikan kabar kehilangan tokoh yang juga mantan Ketua PBNU itu. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi. Semoga khusnul khatimah," tulis Gus Mus.
Kiai Hasyim sempat dirawat di rumah sakit Lavalette beberapa kali. Pada Senin (13/3) lalu, pendiri Pondok Pesantren Al-Hikam tersebut sudah keluar dari Rumah Sakit Lavalette Malang dan kembali ke kediamannya. Kiai Hasyim juga sempat dijenguk oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (15/3) kemarin. 
Ketua Tim Dokter yang menangani Kiai Hasyim, dr Hariadi Moeljosoedirjo, usai mendampingi Presiden Jokowi yang membesuk Kiai Hasyim memaparkan jika Kiai Hasyim menderita berbagai komplikias penyakit. "Belliau sakit kuning, kencing manis, dan batuk-batuk. Namun tidak kuat mengeluarkan dahak sehingga mengakibatkan sesak napas," jelas Hariadi. 
Menurutnya, untuk mengatasi sesak napas tim dokter telah menyedot dahak yang menyumbat tenggorokan. "Tadinya tidak kersa dhahar (tidak mau makan) jadi daya tahan tubuh menurun lalu kena infeksi, tiduran terus lalu batuk," imbuhnya. 
Namun ternyata, takdir berkata lain. Hanya tiga hari setelah kembali berada di rumahnya, Kiai Hasyim kini kembali untuk selamanya menghadap Sang Khalik. Selamat jalan Pak Kiai.... 

Sumber: republika

Kabar Gembira, Bandara Adi Sumarmo Akan Buka 24 Jam


SOLO – Bandara Adi Sumarmo Surakarta akan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB. Sebelumnya, bandara ini hanya buka sampai pukul 21.00 WIB. Rencana penambahan waktu ini sebagai salah satu bentuk pelayanan ekstra dari bandara internasional yang baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 tersebut.
General Manager Bandara Adi Sumarmo Abdullah Usman mengatakan beberapa tahun ini jumlah penerbangan di bandara itu mengalami peningkatan yang signifikan. Penambahan waktu beroperasi ini merupakan salah satu upaya Bandara Adi Sumarmo untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa.
Usman juga menjelaskan penambahan jam operasional terhadap Bandara Adi Sumarmo telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) selaku regulator, serta izin dari Lanud Adi Sumarmo.
“Tapi sampai saat ini memang belum berjalan jam operasional hingga pukul 24.00 WIB itu, masih jam normal 21.00 WIB, karena belum ada maskapai yang mengajukan untuk penambahan rute baru di malam hari maupun rerouting,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/3)
Untuk peluang operasional penerbangan malam hari, lanjut Usman, diprediksi akan positif. “Perpanjangan waktu ini sudah disounding di semua maskapai, dan diprediksi responsnya akan positif, karena perpanjangan jam operasional ini merupakan dorongan dari maskapai sendiri,” ujarnya.
Adanya tambahan jam operasional ini juga untuk memberikan ruang aman bagi extra flights saat week seasons.
“Ya harapannya di usia yang semakin bertambah ini Bandara Adi Sumarmo semakin meningkat dalam pelayanan serta semakin bertambah rute penerbangannya. Saat ini rute penerbangan ada 68,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada 23 Februari lalu telah menyetujui perpanjangan jam operasional tiga bandara, yakni Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Adi Sutjipto Jogja, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Perpanjangan jam operasional ini merupakan tindak lanjut pembicaraan dengan Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Menurut dia, perpanjangan jam operasional ini merupakan permintaan dari maskapai mengingat jumlah penerbangan terus bertambah. Saat ini jumlah penerbangan di Bandara Adi Sumarmo sebanyak 68 jadwal per hari.
“Kami sudah sampaikan perpanjangan jadwal ini ke airlines supaya mereka bersiap untuk pengajuan jadwal baru. Kemungkinan yang paling dekat penambahan jadwal adalah dari Lion Air yang akan membuka lima rute baru menuju Sumatera, di antaranya ke Medan, Palembang, Lampung,” ujarnya.
Selain itu, Air Asia juga berencana untuk membuat jadwal Solo-Denpasar dari yang sebelumnya tiga kali sepekan menjadi setiap hari. Namun diakuinya, rencana tersebut baru disampaikan secara lisan, belum dalam bentuk tertulis. 
Sumber: Joglosemar

Semangat untuk Maju Bersama, Peternak Sapi Boyolali Bentuk Komunitas Sapi Indonesia (KSI)

Anggota KSI saat mengunjungi peternakan sapi

BOYOLALI – Banyak permasalahan yang dihadapi oleh peternak sapi di Boyolali. Diantaranya masalah nutrisi pakan yang tepat untuk sapi, penjualan sapi, cara pemeliharaan sapi yang baik dan lain sebagainya.
Minimnya informasi yang akurat mengenai sapi menjadikan peternak sapi kurang maksimal dalam mendapatkan berat badan sapi yang diinginkan. Kemudian masalah penjualan yang kadang dipermainkan oleh para makelar sapi menjadikan peternak merasa dirugikan.
Berawal dari keinginan untuk memajukan peternak sapi kecil dan diskusi para peternak sapi, muncullah ide pembentukan sebuah wadah peternak sapi potong dengan nama Komunitas Sapi Indonesia (KSI). “Ini justru ada yang baru ketemu pagi ini (Minggu, Red). Karena diskusi para pelaku usaha sapi ini juga dilakukan secara online,” papar Ketua Panitia Rapat Koordinasi Pembentukan KSI Cabang Boyolali, Arif Budiono, Minggu (5/3).
“Untuk itu kami berdiskusi bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Dan muncullah ide untuk membentuk komunitas sapi,” jelasnya.
Melalui komunitas ini, diharapkan dapat menjadi wadah yang tepat untuk para pelaku usaha persapian. Karena banyak pelaku usaha sapi profesional yang ada didalam KSI. Sehingga peternak sapi dapat lebih maksimal lagi dalam melakukan usaha peternakan sapi. Apalagi kebutuhan daging nasional saat ini terus meningkat. “Beternak sapi sangat menguntungkan. Apalagi tahu cara yang tepat,” terangnya. 
Sumber: radar solo

Akibat Kikisan Air, Jembatan Grawah Cepogo Ambrol Sebagian


BOYOLALI — Jembatan Grawah di Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali, ambrol, Senin (6/3/2017) sekitar pukul 11.45 WIB. Sebagian jembatan ambrol diduga karena terkikis arus air sungai Grawah Bendo yang meluap beberapa waktu terakhir.
Menurut penuturan saksi mata, Wiji Utomo, 59, sisi selatan jembatan itu ambrol sepanjang 15-20 meter secara perlahan. Bibir jembatan ambruk saat Wiji memasang tong.

Akibat kejadian ini, jalan Selo-Boyolali dialihkan melalui jalur Tumang. Kasatlantas Kapolres Boyolai, AKP Marlin Supu Payu mengatakan penutupan ini dilakukan lantaran mengantisipasi ambrolnya sisi utara jembatan yang berada di jalur Solo-Selo-Boyolali (SSB) itu.
“Meskipun sisi jalan masih bisa dilewati, tapi jalan tetap ditutup total, untuk mengintsipaji ambruk di sisi utara,” demikian ujar AKP Marlin Supu Payu.

Sumber: Solopos

Sebuah Truk Terseret Masuk Dasar Tebing Akibat Tertimpa Longsor


BOYOLALI  – Sebuah truk terseret material longsor dan masuk ke dasar tebing sedalam 25 meter, Sabtu (4/3/2017), di ruas jalan di Dukuh Gupa, Desa/Kecamatan Cepogo, sekitar pukul tujuh malam pekan lalu. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Linggar (30) spoir truk Ye rsebut, Minggu (5/3/2017) menceritakan, saat kejadian, dia sedang berjalan beriringan dengan dua truk lain yang sedang membawa pasir dari penambangan di wilayah Selo untuk dibawa ke Salatiga. Saat melintas di lokasi, tebing di sisi kanan jalan tiba – tiba longsor dan menimpa truk yang dikemudikannya yang berada di tengah – tengah iringan. Truknya pun terseret ke dalam tebing di sebelah kori jalan dan terseret sepanjang 25 meter.
Beruntung, saat terseret material longsor berupa tanah, truk tak terguling dan terseret ke dasar tebing dengan kecepatan yang lambat sehingga badan truk utuh tak mengalami kerusakan berarti. Truk tersebut, sebutnya, kemungkinan terseret karena material longsor berupa tanah yang basah sehingga licin.
“Saya tak sempat keluar dari truk saat terseret. Tapi saya tak mengalami luka,” katanya.
Mendapati rekannya terseret material longsor ke dasar tebing, dua sopir lain langsung berupaya melakukan pertolongan. Namun mereka tak bisa berbuat banyak sebab upaya menarik ttuk sari dasar tebing sulit dilakukan dan mesti menunggu alat berat. Rencananya, truk tersebut baru akan ditarik ke atas pada Senin (6/3/2017).
Sumber: KR

Nikmatnya Kuliner Iga Bakar Pak Wid Simpang Lima Boyolali


Beberapa waktu yang lalu, saya dan keluarga keluar bersantai di kawasan Simpang Lima Boyolali. Tepatnya di dekat patung kuda yang menjadi salah satu ikon kota susu ini. Di tengah rintik hujan, kami singgah di salah satu warung makan yang cukup terkenal di Boyolali. Beberapa kendaraan dan motor terlihat memadati tempat parkir. Warung yang terkenal itu adalah Warung Iga Bakar Pak Wid Boyolali. Letaknya persis di sebelah selatan dari Patung Kuda Simpang Lima Boyolali. 

Sekilas, warung iga bakar ini memang tidak terlalu luas. Memiliki 3 ruang, yang pertama ruang depan yang cukup luas, kemudian ruang tengah, yang menyajikan tempat duduk lesehan, dan ruang ketiga berada agak di dalam dengan tempat duduk meja dan kayu. Tak berapa lama, saya memesan menu spesial di tempat ini, yaitu iga bakar dan jus kesukaan saya, jus jambu.

Beragam menu olahan iga lainnya juga tersedia di sini. Sesuai dengan nama warungnya, warung iga pak wid ini sebagian besar menunya merupakan olahan iga. Mulai dari iga bakar, iga goreng, iga gongso, iga rebus dan iga penyet. Menu – menu ini juga tersedia dalam porsi besar dan porsi kecil. Porsi besar berisi 3 potongan iga, sedangkan porsi kecil hanya berisi 2 potongan iga saja. Varian lainnya adalah menu babat dan sup daging iga. Harga menunya berkisar 30.000 rupiah. Untuk porsi besar harganya 40.000 rupiah.

Untuk menu minuman tersedia beraneka jus dengan harga 8.000 an. Minuman lainnya seperti es teh, teh anget, es jeruk, serta minuman hangat juga bisa menjadi pilihan anda. Harganya pun cukup murah, kisaran 3.000 an saja.
Bagaimana soal rasa? Pertama kali mencicipi iga bakar pak wid ini rasanya enak, bumbunya terasa banget. Apalagi pas cuaca hujan, dan disajikan hangat, pas banget. Olahan dagingnya sangat empuk sekali. Oh, iya, 1 porsi iga bakar disini juga berisi 1 mangkuk sup. Nah, untuk sup nya terasa segar, hanya kurang terasa sedikit bumbunya menurut lidah saya. Overall, makanannya enak, warung iga pak wid ini bisa menjadi referensi anda penyuka kuliner nusantara di Boyolali.
Sumber: Slaranesia

Jalan Berlubang Picu Tingginya Lakalantas di Boyolali


BOYOLALI — Jumlah korban meninggal dunia dalam 94 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah Boyolali yang terjadi selama dua bulan pertama 2017 sebanyak 12 orang.
Sementara 5 orang lainnya mengalami luka berat dan 105 korban luka ringanDibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah kasus kecelakaan maupun korban meninggal tersebut lebih sedikit.
Kapolres Boyolali AKBP M Agung Suyono melalui Kasatlantas AKP Marlin Supu Payu mengatakan, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah korban dari 108 kasus kecelakaan tercatat 20 orang meninggal dunia, satu korban luka berat, dan 109 korban luka ringan.
“Dibandingkan tahun lalu, jumlah korban meninggal dunia periode Januari-Februari lebih sedikit. Tapi kami terus berupaya menekan angka kasus kecelakaan,” ujarnya kepada wartawan di Markas Satlantas Boyolali, Rabu (1/3/2017).
Ia menambahkan salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memberikan peringatan, imbauan, dan sosialisasi tertib lalu lintas.
Kasatlantas mengatakan penyebab lakalantas di wilayahnya antara lain jalan berlubang. Pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor sering terjatuh dan tertabrak kendaraan lain saat melintas atau menghindari jalan rusak.
“Dalam beberapa kasus, korban sebelumnya menghindari jalan berlubang, lalu terjatuh dan tertabrak kendaraan lain dari depan maupun dari belakang hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap dia.
Terkait hal ini dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada saat mengendarai kendaraan di jalan. “Jangan lupa juga untuk tertib berlalu-lintas dengan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas,” ujar dia.
Sumber: Solopos

Mei Besok Jalur Baru Pendakian Gunung Merapi via Klaten akan Dibuka


KLATEN - Jalur baru pendakian Gunung Merapi akan dibuka oleh Pengelola Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Jalur pendakian baru yang akan dibuka yaitu melalui jalur Sapu Angin dari Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Balai TNGM, Iskandar mengatakan bahwa sebelum erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu, ada sejumlah titik pendakian yaitu melalui Kinahrejo Sleman, Babatan Magelang dan Selo Boyolali. Tetapi sejumlah jalur ini rusak usai erupsi Merapi 2010.

"Rute pendakian saat ini hanya bisa melalui jalur Selo, Boyolali. Dengan hanya satu jalur pendakian, jalur tersebut menjadi sangat padat," ujar Iskandar saat dihubungi, Rabu (1/3).

Iskandar menuturkan bahwa dirinya pernah memantau jalur Selo saat perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2016 yang lalu. Dari pantauannya, jalur Selo yang memiliki jarak tempuh 2.600 meter hingga Pasar Bubrah ini dilewati oleh lebih dari 2.000 orang pendaki.

"Jika jalur padat tentu rawan kecelakaan. Apalagi jalur Selo dibuka hampir sepanjang tahun," papar Iskandar.

Iskandar mengatakan pendakian melalui jalur Sapu Angin telah direncanakan sejak 2015 silam. Namun, pihak TNGM baru memulai melaksanakan persiapan sejak Agustus tahun 2016. Rute tersebut lebih jauh jika dibandingkan Selo karena berjarak 5.400 meter dari Pasar Bubrah.

"Meski jauh, kami juga ingin ini menjadi edukasi bagi para pendaki. View-nya juga bagus di jalur pendakian lewat sana (jalur Sapu Angin)," ujarnya.

Sebelum jalur Sapu Angin dibuka, lanjut Iskandar, pihak TNGM masih terus melakukan pertemuan dengan pihak SAR. Hal ini dilakukan untuk mencari kritik dan masukan saat melakukan evakuasi. Menurut rencana, jalur Sapu Angin akan dibuka mulai Mei 2017. Pembukaan akan dilakukan dengan mengundang 30 tim pendaki untuk mencoba jalur baru tersebut. 

"Pembukaan jalur baru juga untuk menjaga ekosistem di sekitar Gunung Merapi agar terlindung dari kepadatan lalu lintas manusia. Kami juga berencana membatasi kuota pendakian tiap minggu," pungkas Iskandar. 

Duh.. Hanya 20 Persen Sapi di Boyolali yang Produktif Hasilkan Susu


BOYOLALI - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mengungkapkan alasan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) persusuan. Kabupaten yang dikenal sebagai penghasil susu ini dalam beberapa tahun terakhir ternyata menghadapi carut marut pengelolaan persusuan.

Kepala Disnakkan Boyolali Bambang Jiyanto mengaku, masalah persusuan di Boyolali mencakup mahalnya harga pakan hingga masalah pembibitan sapi. Hal itu diperparah dengan kurang optimalnya kinerja koperasi unit desa (KUD) susu. Sehingga pada 2015 lalu Bupati Boyolali Seno Samodro mencetuskan ide pembentukan BUMD persusuan.

Menurut dia, dari sekitar 70 ribu sapi perah di Boyolali, sebagian besar masih diternakkan secara individu. Selain itu, upaya peningkatan produksi susu sapi kurang diimbangi produktivitas peternak yang masih mengelola secara tradisional.

Dari total jumlah sapi perah tersebut, lanjut dia, hanya 20 persen yang produktif menghasilkan susu. Adapun hasil produksinya sekitar 100 ribu liter per hari.

Mengingat 80 persen susu di Indonesia saat ini masih impor, dia menilai hasil produksi susu di Boyolali masih jauh dari harapan. "Sebanyak 70 ribu sapi perah tersebut kan tidak semuanya menghasilkan susu. Ada yang jantan, masih anakan. Apalagi sapi perah yang sedang laktasi serta hamil juga tak bisa diperah susunya," ungkap Bambang.

Disisi lain, peternak yang memiliki sapi perah dengan jumlah banyak di Boyolali masih terhitung sedikit. Idealnya, satu peternak memelihara 10 ekor sapi perah sehingga produksi susunya bisa mensejahterakan peternak. 

"Peternak juga punya kebiasaan menjual (sapi perah) bibit unggul jika ada yang menawar dengan harga tinggi. Faktor ini tentu mempersulit proses pembibitan. Karena pembeli sapi itu biasanya orang luar kota. Disamping itu, harga susu juga enggak transparan. Nah nantinya jika BUMD terbentuk, kita akan membelinya dengan harga yang layak dan transparan. Sehingga harga susu dapat terjaga dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi," tandas Kepala Disnakkan Boyolali.

Korban Kecelakaan Jalan Rusak Berhak Tuntut Kerugian


SEMARANG - Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Semarang Yosep Parera mengatakan korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak berhak mengajukan gugatan ganti rugi kepada pejabat penyelenggara jalan.

"Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," kata Yosep di Semarang, Selasa.

Menurut dia, banyak laporan masyarakat kepada Peradi tentang kondisi jalan rusak di wilayah Jawa Tengah.

Ia menjelaskan aturan tentang jalan rusak dijelaskan dalam pasal 4 dan 273.

Pada pasal 273, lanjut dia, pengguna jalan yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan luka hingga meninggal dunia bisa mengajukan gugatan ganti rugi.

Dalam pasal itu, menurut dia, terdapat alternatif bagi pejabat penyelenggara jalan untuk membayar ganti rugi atau lanjut ke ranah pidana.

Ganti rugi yang bisa diperoleh maksimal Rp12 juta hingga Rp120 juta.

Adapun ancaman pidana jika gugatan ganti rugi tidak dibayarkan lamanya maksimal bisa mencapai lima tahun penjara.

"Kalau korban kecelakaan sampai meninggal dunia, ancaman hukuman bagi pejabat penyelenggara jalan maksimal 5 tahun," katanya.

Atas banyaknya keluhan masyarakat, kata dia, Peradi telah mengirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah dengan tembusan Menteri PUPR.

Dalam surat tersebut, Peradi meminta agar jalan rusak yang tersebar di berbagai daerah tersebut agar segera diperbaiki.

"Kami akan ambil tindakan hukum jika tidak ada upaya perbaikan. Kami beri waktu 14 hari," katanya.

Sambil menunggu upaya perbaikan, kata dia, penyelenggara jalan harus memasang rambu di setiap titik jalan rusak.

Hal tersebut, lanjut dia, juga sudah diatur dalam pasal 4 undang-undang lalu lintas tersebut.

Tiap jalan rusak yang tidak dipasangi rambu, kata dia, penyelenggara jalan bisa juga dilaporkan untuk membayar ganti rugi.

"Jika tidak memasang rambu, bisa dipidana enam bulan atau ganti rugi Rp1,5 juta," katanya.

Peradi sebagai salah satu penegak hukum, kata dia, siap membantu masyarakat untuk mencari jalan keluar tentang banyaknya jalan rusak tersebut.

"Masyarakat layak mendapat jalan yang baik dan nyaman," katanya.

Sumber: antara jateng

Konsumsi Sabu-Sabu, Warga Simo Ditangkap Polisi


BOYOLALI — Satuan Reserse Narkoba Polres Boyolali menangkap Tukirin, tersangka pemilik narkoba jenis sabu-sabu, Senin (27/2/2017). Tersangka dicokok di rumahnya di Dukuh Patran, Desa Wates, Kecamatan Simo, Boyolali.
Dalam penangkapan itu polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat kurang lebih 1,3 gram yang terbagi dalam tiga paket terbungkus plastik masing-masing 0,44 gram, 0,32 gram, dan 0,54 gram.
Selain itu, polisi juga menyita seperangkat alat isap/bong terbuat dari kaca, dua pipet kaca, korek api gas warna merah, dua handphone merek Evercoss TC2 warna hitam beserta kartu SIM-nya, dan jaket warna hitam.
Kepala Bagian Humas Polres Boyolali, AKP Muryati, mewakili Kasat Reserse Narkoba AKP Erwin Darminta dan Kapolres Boyolali AKBP M. Agung Suyono, menyampaikan penangkapan berawal ketika anggota Satres Narkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa Tukirin diduga merupakan pengguna sabu-sabu.
Setelah diamati, pada Selasa siang polisi mendatangi rumah Tukirin. “[Tukirin] kemudian ditangkap dan setelah dilakukan penggeledahan mengamankan barang bukti tersebut [sabu-sabu]. Selanjutnya pelaku diamankan untuk pengembangan lebih lanjut.”
Sumber: solopos.com