WHAT'S NEW?
Loading...

Beban Kerja Bertambah Berat, Gaji Kades Bakal Naik

BOYOLALI – Tidak hanya anggota DPRD yang bakal naik gaji, kepala desa (Kades) di Boyolali pun bakal mendapat kenaikan gaji.
Bupati Boyolali Seno Samodro mengaku telah meminta dinas pemberdayaan dan desa (dispermasdes) untuk segera membuat rancangan kenaikan gaji bagi Kades. Sebab, beban kerja dan tanggung jawab sosial Kades di desa sangat tinggi. “Saya sudah minta ini segera ditindaklanjuti,” kata bupati pekan lalu.
Kepala Dispermasdes Boyolali Purwanto mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kenaikan gaji Kades kepada DPRD Boyolali. Selain itu, pihaknya juga harus koordinasi dengan badan keuangan daerah (BKD) Boyolali untuk menghitung secara cermat. “Setelah disetujui DPRD, kenaikan gaji bagi Kades baru bisa terealisasi,” kata Purwanto, kemarin (17/7).
Menurut Purwanto, kenaikan gaji bagi Kades ini sudah sewajarnya dilakukan. Mengingat, beban kerja Kades dan tanggung jawab mereka untuk masyarakat cukup besar. Terlebih setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 46 tentang Laporan Kepala Desa dan Permendagri Nomor 47 tentang Administrasi Pemerintahan Desa, di mana Kades harus bekerja lebih banyak lagi.
“Karena itulah, bupati meminta kenaikan tunjangan kades dinaikkan,” kata Purwanto. Pihaknya juga belum bisa membeberkan jumlah nominal kenaikan gaji yang akan diterima Kades. Sebab, pihaknya harus secara cermat dan teliti, karena berkaitan dengan anggaran daerah.
“Belum. Masih kami hitung-hitung dulu semuanya, termasuk ADD setiap desa,” ujar Purwanto.
Sekretaris Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Boyolali Komarudin mengapresiasi rencana pemkab menaikkan gaji Kades. Sebab, selain beban kinerja normatif, jam kerja Kades tak kenal waktu.
“Saya kira sudah sepantasnya tunjangan Kades dinaikkan,” kata Komar, yang juga Kades Banyuanyar, Kecamatan Ampel.
Menurutnya, gaji Kades sebesar Rp 3,1 juta untuk saat ini belum sebanding dengan biaya operasional Kades. Karena Kades yang tinggal dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, tak bisa menutup mata apabila terjadi sesuatu di masyarakat.
Misalnya, ada kegiatan gotong royong di masyarakat, warga menggelar hajatan, ataupun kegiatan sosial lainnya. “Saya kira masyarakat juga paham, biaya operasional dan sosial Kades,” ujar Komar.
Terkait berapa jumlah kenaikan gaji Kades, Komar tak mau berharap jumlah kenaikan gaji tersebut. karena memang itu kewenangan dari pemkab. “Kami konsentrasi melayani masyarakat saja, masalah kenaikan itu terserah dari pemkab mau menaikan berapa,” imbuh Komar.
(rs/wid/bay/JPR)
Sumber: jawapos.com

0 comments:

Post a Comment