WHAT'S NEW?
Loading...

Saling Serempetan, Dua Sepeda Motor Terbakar

Sumber foto: facebook

Boyolali (27/8) - Dua sepeda motor hangus terbakar setelah mengalami serempetan di jalanan Boyolali Kota, Boyolali, Minggu (27/8/2017) siang. Tidak ada korban jiwa, namun api tinggal menyisakan rangka kedua motor tersebut.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya disebelah selatan SMA Negeri 1 Boyolali. Kejadian antara sepeda motor Yamaha RX Spesial, yang dikendarai Jajang Sutikno, warga Tengaran, Semarang, dengan sepeda motor Honda Win yang dikendarai Ferry Firmansyah yang memboncengkan Wildan Alif.

Saksi mata mengatakan, kecelakaan bermula ketika motor RX Spesial melaju dari arah timur di Jalan Perintis Kemerdekaan, berbelok ke kanan masuk jalan Kates. Dari arah berlawanan melaju motor Honda Win hendak membelok ke kanan masuk ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Karena jarak sudah terlalu dekat, kedua motor itu berserempetan di tengah jalan.

"Kedua sepeda motor itu langsung jatuh bertumpukan," kata saksi mata, Muhammad Irsyad, kepada wartawan.

Tiba-tiba motor itu langsung terbakar. Diduga, saat kedua motor jatuh timbul percikan api yang langsung menyambar bensin yang tumpah. Sejumlah warga sekitar dan pengguna jalan yang saat itu sedang melintas, berusaha menolong memadakam api. Namun api dengan cepat membesar, sehingga mereka pun tak berani karena khawatir terjadi ledakan dari tangkinya.

"Saya mau narik sepeda motor agar tak terbakar, tapi takut terjadi ledakan yang bisa mengancam jiwa saya. Kedua pengendara dan seorang pembonceng bisa langsung lari menjauh begitu api berkobar besar," lajut Irsyad.

Mobil pemadam kebakaran Pemkab Boyolali langsung datang ke lokasi untuk menjinakkan api yang menghanguskan kedua motor. Kedua sepeda motor segera diangkut ke Mako Satlantas. Kasus kecelakaan itu kini dalam penanganan Satlantas Polres Boyolali

Inilah Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Timor Leste, Minggu, 20 Agustus


Timnas Indonesia akan kembali melanjutkan kiprahnya di babak penyisihan group B sepak bola SEA Games 2017. Dan lawan yang akan di hadapi di laga ketiga nanti merupakan penghuni dasar klasemen group B, Timor Leste pada Minggu 20 Agustus 2017 di Selayang Muncipal Council Stadium. Dan seperti di pertandingan sebelumya. Pertandingan yang mempertemukan Indonesia dengan Timor Leste ini akan di tayangkan secaar langsung di SCTV dan juga TVRI mulai pukul 15.00 WIB.

Mengingat persaingan makin seru dan ketat di group B. Timnas Indonesia harus mampu mengalahkan Timor Leste yang di anggap sebagai lawan termudah di group B untuk melapangkan jalan menuju babak semi final. Indonesia sendiri setelah sempat bermain imbang 1-1 dengan juara bertahan Thailand di laga pembuka, akhirnya mampu meraih poin penuh setelah di laga terbaru menang telak 3-0 atas Filipina.

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia yang di tangani pelatih Luis Milla memiliki peluang besar lolos ke babak berikutnya mengingat saat ini menempati posisi runner up dengan 4 poin dan menempel ketat Vietnam yang masih memuncaki klasemen group B dengan 6 poin dari dua pertandingan.

Sementara itu Timor Leste sendiri sejauh ini masih terperosok di dasar klasemen group dengan belum memiliki poin sama sekali. Setelah di laga pertama di bantai Vietnam 4-0 dan kemudian baru saja kalah dari Thailand dengan skor 1-0.

Jika melihat grafik penampilan di dua laga yang sudah di mainkan. Potensi Timnas Indonesia cukup besar untuk memenangi laga ini. Di harapkan saja Luis Milla tetap menurunkan skuat terbaiknya seperti Hansamu Yama, HargiantoEva Dimas, Septian David dll untuk mengempur pertahanan Timor Leste yang sudah kebobolan 5 gol.

Meski diunggulkan di laga ini, namun Timnas Indonesia sebaiknya tak menganggap enteng Timor Leste yang pastinya butuh poin maksimal untuk menjauh dari dasar klasemen. Meski kalah dari Thailad dengan skor 1-0, hasil tersebut membuktikan jika Timor Leste bisa saja tampil merepotkan dan membuat kejutan.

Untuk itu jangan lewatkan pertandingan ini. Saksikan pertandingannya secara langsung pada Minggu 20 Agustus 2017 mulai pukul 15.00 WIB live di SCTV dan TVRI.

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT RI ke-72 dan Hari Koperasi ke-70


BOYOLALI – Ribuan warga Boyolali memadati Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Ulang Tahun ke-70 Koperasi,, Jumat8). Selain jalan sehat, kegiatan bertambah semarak dengan adanya kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis serta bazar di Pendapa Gede yang diselenggarakan untuk sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Koperasi.
Kegiatan jalan sehat yang berhadiah sepeda motor, sepeda gunung, lemari pendingin, televisi, kompor, dan hadiah menarik lainnya ini telah berhasil menyedot perhatian peserta gerak jalan. Sejak pukul 06.00 ribuan warga yang sebagian besar adalah para siswa SD, SMP, SMA dan ASN Pemkab Boyolali ini.
Tepat pukul 07.00, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat memberangkatkan peserta dengan mengibarkan bendera start tanda jalan sehat ini dimulai. Rute yang dilewati dari Alun Alun Kidul menuju ke arah utara, kemudian berbelok kiri Tugu Jagung sampai ke Jalan Perintis Kemerdekaan lurus hingga sampai di pertigaan SMA Bhineka Karya belok ke kiri ke arah timur, dan kembali lagi ke Alun-Alun Kidul Boyolali.
Dalam sambutan singkatnya, Wabup mengajak seluruh warga Boyolali khususnya generasi penerus bangsa yaitu para pelajar untuk tetap bersemangat dalam menggapi cita-cita. “Tetap semangat, langkahkan kaki untuk bergerak bersama memajukan Boyolali serta Indonesia,” pesannya.
Dalam pengundian, peserta yang mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor diperoleh Dea siswi SMP 3 Mojosongo. Dirinya mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan hadiah. “Saya sangat senang dapat motor, bisa digunakan untuk kedua orangtua saya beraktifitas,” ujarnya saat ditemui di tempat terpisah dengan didampingi oleh orangtua serta guru. (epn/bet)

boyolali.go.id

Wow... Pemerintahan Jokowi Harus Bayar Bunga Utang Rp 247 Triliun di 2018


Jakarta - Belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 tercatat mencapai Rp 2.204,3 triliun. Dari total tersebut, pemerintah harus menyisikan untuk pembayaran bunga utang.

Total bunga utang yang harus dibayar pada 2018 adalah Rp 247,6 triliun.

Data ini berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (16/8/2017).

Pemerintah berkomitmen mengelola utang secara hati-hati. Dengan perbaikan peringkat utang diharapkan memberi dampak positif terhadap penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN).

Sejalan dengan perbaikan peringkat utang maka sekaligus bisa efisiensikan biaya bunga utang. (mkj/dnl)

Sumber: detik.com

Gas Langka, Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji

Keterangan foto: Ilustrasi

Boyolali - Beberapa hari belakangan terjadi kelangkaan tabung gas elpiji khususnya tabung gas berukuran 3 kilogram. Untuk mengatasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah melakukan operasi pasar (OP) khusus elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram salah satunya  di Balai Desa Salakan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, Rabu (16/8), guna memastikan tidak terjadi kelangkaan elpiji.

Kegiatan OP elpiji bersubsidi tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Salakan Teras dengan membawa tabung kosong ke balai desa untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga Rp15.500 per tabung.

Menurut Ndaru Trilaksono, dengan digelar OP elpiji 3 kg tersebut warga sangat antusias dengan harga Rp15.500 per tabung karena sebelumnya mereka kesulitan mencari elpiji. OP elpiji di Salakan ini, dikirim sebanyak 560 tabung dan warga dibatasi membeli dua tabung terlebih dahulu.

"Warga sangat antusias mengikuti OP elpiji yang digelar oleh Pertamina di Desa Salakan. Mereka yang diutamakan untuk kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu," kata Ndaru.

Muslim Dharmawan selaku Kepala Kantor Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah mengatakan PT Pertamina mengadakan OP di 14 titik di Kabupaten Boyolali untuk menjawab berita yang selama ini ada kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Menurut Muslim Dharmawan 14 titik OP elpiji tersebut antara lain Kelurahan Sambi Kecamatan Banyudono, Kismoyo (Sawit), Sranten, Kiringan, Mliwis ( Cepogo), Donohudan, Guwokajen (Ngemplak), Ngesrep, Semawung, Sukorame (Simo), dan termasuk Salakan (Teras) ini.

Muslim mengatakan Pertamina yang jelas tidak ada sama sekali melakukan pengurangan kuota, sehingga terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg murni karena kebutuhan atau konsumsi warga yang meningkat khususnya di wilayah Boyolali.

"Tabung elpiji 3 kg ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk memasak saja, tetapi juga digunakan penggerak traktor, peternakan dan sebagainya. Tabung elpiji subsidi ini, hanya dimanfaatkan untuk rakyat miskin," kata Muslim.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang sudah mampu jangan menggunakan elpiji 3 kg karena hal itu bukan haknya. Pertamina juga sudah mengeluarkan produk tabung 5,5 kg yang relatif lebih ringan dan harga terjangkau.

"Kami ada 14 titik, dan setiap titik ada dua kali masing-masing 560 tabung. Totalnya setiap titik sebanyak 1.120 tabung," katanya.

Kendati demikian, Muslim berharap dengan OP elpiji tersebut tepat sasaran untuk pengguna tabung tiga kg, dan mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kelangkaan. Masyarakat juga menyadari elpiji 3 kg untuk rumah tangga dan kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM ).

Menurut Manajer Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari indikasi sulitnya warga mendapatkan elpiji 3 kg di Wilayah Boyolali ini murni dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan, dan faktor budaya setempat, di mana pada bulan-bulan ini sering dinamakan bulan baik untuk upacara pernikahan.

"Pertamina telah menambah fakultatif sebanyak 38.400 tabung periode penyaluran pada 12 hingga 18 Agustus 2017, dimana penyaluran normal adalah 769.480 tabung per bulan," katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan operasi pasar khusus elpiji 3 kg di wilayah Boyolali telah disiapkan sebanyak 15.120 tabung yang akan dibagi sebanyak 14 titik yang tersebar di beberapa kecamatan. 

Sumber: antarajateng.com

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Turut Meriahkan HUT Pramuka di Ampel

Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Sarwanto berfoto bersama pelajar binaan

Boyolali - Senin (14/8) Lapangan MI Kendal Ampel Boyolali tampak meriah. Sekitar limaratusan pelajar MI se Kecamatan Ampel berkumpul dalam rangka peringatan HUT Pramuka ke 56. Berbagai kegiatan pun diadakan mulai dari kemah, ulang janji di malam harinya, hingga puncaknya upacara hari Pramuka pada tanggal 14 Agustus 2017.

Ratusan pelajar MI putra dan putri tampak antusias mengikuti rangkaian acara selama dua hari pada perkemahan tersebut. Hadir Kamabiran lingkup madrasah kecamatan Ampel, Sri Hatmoko M.Pd selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa tema HUT Pramuka kali ini adalah "bekerja untuk kaum muda, mewariskan yg terbaik bagi bangsa".

Tampak pula mengikuti kegiatan perkemahan tersebut, anak anak sekolah dari wilayah Desa Kembang, salah satu desa yang menerima program Desa Berdaya dari Rumah Zakat di Boyolali. Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Sarwanto yang juga menjadi salah satu pembina Pramuka melakukan kunjungan ke beberapa tenda peserta dan turut memberikan semangat kepada adik adik Pramuka khususnya dari wilayah desa Kembang sekaligus sebagai ajang sosialisasi Rumah Zakat di kecamatan Ampel. Semoga kehadiran rumah Zakat di kegiatan perkemahan ini semakin melekat di hati masyarakat pada semua lini, termasuk dalam bidang pendidikan yang serius digarap oleh Rumah Zakat dengan meluncurkan merupakan Program Senyum Juara. Program ini merupakan salah satu dari empat program senyum yang digulirkan selain Program Senyum Mandiri, Program Senyum Sehat dan Program Senyum Lestari. [RED]

67 Pelajar Anggota Paskibraka Boyolali Jalani Latihan


BOYOLALI –  Sebanyak 67 pelajar SMA/SMK berseragam khas merah putih berlatih baris-berbaris di bawah panas terik matahari, Jumat 11 Agustus 2017 di Alun-Alun Kidul Boyolali. Mereka bergabung dengan pasukan dari Polres Boyolali untuk menjalani latihan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boyolali tahun 2017.

Puluhan pelajar dari berbagai SMA/SMK di Kabupaten Boyolali ini terpilih sebagai petugas yang akan mengibarkan bendera dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia setelah melalui tahapan seleksi oleh Disporapar Kabupaten Boyolali. Selain tugas tersebut, mereka juga disiapkan sebagai kader muda generasi bangsa.

”Paskibraka sebenarnya tidak hanya bertugas sebagai pasukan pengibar bendera, namun juga sebagai kader bangsa dan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan,” terang Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kankesbangpol) Kabupaten Boyolali, Supamaharja.

Masa pelatihan bagi Paskibraka menjadi tanggungjawab Kankesbangpol. Enam orang pelatih dari unsur TNI/Polri yang diambil dari satuan Kodim 0724/Boyolali, Polres Boyolali, Yonif 408 dan Brimob dilibatkan. Jadwal ketat bagi anggota Paskibraka Boyolali selama masa pelatihan telah disiapkan setelah mereka menjalani tes kebugaran dan cek kesehatan pada Kamis (20/7) lalu. “Jadwal ketat Paskibraka telah disusun dengan melewati tahapan Pralat [Pra latihan] 1 dan Pralat 2 serta masa karantina,” imbuh Supama.

Pralat-1 terang Supama dilakukan dari Kamis-Senin (27-31/7) dengan materi latihan penguatan fisik, kemudian dilanjutkan Pralat-2 pada Selasa-Sabtu (1-5/8) dengan porsi latihan ditingkatkan. Kemudian untuk masa karantina dilakukan pada Senin-Jumat (7-18/8) dengan mengambil tempat di Wisma Sejahtera untuk tempat penginapannya. Hal tersebut ditempuh karena Asrama Haji Donohudan saat ini tidak bisa digunakan karena berbarengan dengan musim ibadah haji. Sementara latihan tetap dilakukan di alun-Alun Kidul sebagai lokasi pelaksanaan upacara.

Muhammad Trian Putra, salah satu anggota Paskibraka mengungkapkan rasa bangganya terpilih menjadi anggota Paskibraka Boyolali 2017. “Bangga, senang, terharu terpilih menjadi anggota Paskibraka Boyolali. Semoga mampu menjadi yang terbaik dalam tugas pengibaran bendera mendatang,” terang siswa kelas XI SMA 1 Teras ini.

Sumber: fokusjateng.com

Pecah Kaca Mobil, Perampok Gondol Duit Rp 137 Juta Milik Warga Randusari Teras

Keterangan foto: ilustrasi

BOYOLALI – Peringatan bagi warga yang hendak mengambil uang di bank. Sebaiknya tidak sendirian atau minta pengawalan dari pihak kepolisian. Agar tidak bernasib sama dengan Sofia Fitrianingsih (32), warga Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali.

Ketika mengambil uang di sebuah bank di Boyolali Kota, dia menjadi korban perampokan Kamis 10 Agustus 2017. Mobil yang ditumpangi dipecah kacanya oleh kawanan perampok, kemudian uang di dalamnya diambil. Modus perampokan ini dengan cara menggembosi ban mobil korban. Perampok berhasil menggondol uang korban senilai Rp 137 juta.

Kejadian ini bermula, usai mengambil uang di bank seorang diri, Sofia hendak pulang dengan mengemudikan mobil sedan Toyota Corolla Altis miliknya. Dugaan kuat korban sudah dibuntuti pelaku sejak keluar dari bank. Saat sampai di traffic light Lodalang, Siswodipuran, kaca diketuk oleh pengendara motor dan diberitahu jika ban belakang sebelah kiri kempis.

Lantaran kondisinya sudah takut, Sofia pun melanjutkan perjalanan dan mampir di rumah temannya. Lokasinya di kios Nina Lugas, Jalan Jambu, dengan jarak sekitar 60 meter dari traffic light Lodalang. Mobil diparkir di samping kios, kemudian korban masuk ke dalam kios dengan tas berisi uang tetap ditinggal di dalam mobil.

Saat korban di dalam kios, korban mendengar kaca mobilnya dipecah orang tak dikenal. Setelah dilihat, ada dua orang berboncengan mengenderai sepeda motor kabur ke arah timur menggondol tas berisi uang.

Sontak saja dia berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan langsung menuju lokasi kejadian. Kasus ini langsung dilaporkan ke polisi. Anggota polisi Polsek Boyolali Kota dan Polres Boyolali mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, saat ditemui di Ruang SPK Mapolres Boyolali, Sofia enggan memberikan komentar kepada wartawan. Kasatreskrim AKP Miftakul Huda mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan masih menyelidik kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil tersebut.

Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan polres se-Soloraya soal kemungkinan terjadinya kasus serupa di wilayah mereka. “Pelaku masih kami lakukan penyelidikan. Kami koordinasikan dengan rekan-rekan Polres terdekat tentang modus pelaku di wilayah lain,” ujarnya.

Sumber: fokusjateng.com

Ganjar: Pengelola "Gancik Hill" Harus Gencarkan Promosi


Boyolali (3/8) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pengelola Objek Wisata Gancik Hill Top di Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, lebih menggencarkan promosi melalui berbagai sarana sebagai upaya meningkatkan jumlah pengunjung.

"Promosinya lebih ditingkatkan lagi, dari sisi potensi dan artistiknya ini sudah sangat top, masyarakatnya juga sudah sadar wisata," kata Ganjar di sela menyaksikan matahari terbit di Objek Wisata Gancik Hill Top di Boyolali, Kamis.

Menurut Ganjar, penataan Objek Wisata Gancik Hill Top yang berada di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut itu bisa melibatkan pakar lanskap dan ahli desain ornamen agar semakin menarik.

Selain itu bisa dikembangkan wisata perkebunan sehingga para wisatawan berkunjung bisa diajak untuk menanam dan memanen tembakau.

"Ini bisa jadi paket wisata yang menarik di tempat ini, termasuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung di sekitar area wisata. Syukur-syukur kalau ditambah beberapa wahana wisata seperti areal tracking dan flying fox sehingga tidak statis, tapi bisa dinamis," ujarnya menjelaskan.

Terkait dengan anggaran pengelolaan dan pengembangan Objek Wisata Gancik Hill Top, Ganjar menyarankan pemerintah desa setempat membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Melalui BUMDes, bisa memanfaatkan dana desa, jika masih kurang bisa meminjam bank ataupun kerja sama dengan perusahaan melalui program CSR (corporate social responsibility) berbagai perusahaan," katanya.

Anggota Kelompok Sadar Wisata Gancik Hill Top Anto menambahkan, lengembangan wisata yang terletak di lereng Gunung Merbabu ini baru dimulai beberapa bulan yang lalu.

Ia menyebutkan, ebelumnya, Gancik Hill Top hanya terkenal sebagai lokasi "base camp" pendaki yang akan mendaki Gunung Merbabu.

"Alhamdulillah saat ini sudah mulai ramai, setiap hari sekitar 50 orang yang datang, kalau Sabtu, Minggu atau hari libur bisa ratusan jumlah pengunjungnya," ujarnya.

Ia mengakui keberadaan Gancik Hill Top telah meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Selain membuka warung, beberapa warga juga nyambi menjadi tukang ojek dan tergabung dalam Gancik Ojek dengan tarif Rp10.000 sekali jalan," ujarnya.

Sumber: antara jateng

Merajut Asa di Usia Muda


Boyolali (3/8) - Berbeda dengan kebanyakan remaja pada umumnya, pemuda tengah baya ini mempunyai keinginan dan tekad membaja dikala remaja seusianya dapat mengenyam pendidikan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dapat bekerja di tempat yang layak. Adalah Tomo, pemuda asal Desa Kembang, Ampel, Boyolali. Pemuda ink tidak sempat melanjutkan ke SMP karena keterbatasan biaya. Selepas lulus SD sudah harus bekerja untuk meringankan beban hidup orangtuanya membiayai sekolah adik satu-satunya pasca ditinggal pergi ayahanda tercinta selama-lamanya.

Bekerja pada pengusaha sentra kuningan dan tembaga di daerah Tumang Cepogo Boyolali menempa kerasnya kehidupan anak seusianya. Berkat keuletan dan kerja keras serta kesabarannya selama ini, dia sudah bisa membuat beberapa produk kerajinan mulai dari perkakas dapur hingga ukir aksesoris dari kuningan dan tembaga. Hanya saja hingga saat ini masih ada yang mengganjal dibenaknya. Dia ingin sekali bisa "berdiri dikaki sendiri" latihan mandiri. "Mosok seprono-seprene gur arep melu wong terus, aku kudu iso ngadek déwé najan timik-timik mas," ujarnya penuh semangat.

Rupanya keinginan kuatnya ini tidak bertepuk sebelah tangan. Gayung pun bersambut. Melalui program pemberdayaan yang digulirkan melalui Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Kembang, Yudi Sutomo nama lengkap pemuda ini mendapat bantuan modal usaha melalui program Senyum Mandiri dari Rumah Zakat untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Selain bantuan modal usaha, Tomo juga mendapat pendampingan usaha sampai usahanya mapan dan mandiri. "Maturnuwun mas.. mugi-mugi mangkeh usaha kulo berhasil saget bantu tiyang sanes kados rumah zakat" imbuhnya. Senada, Kadus IV Sigit Sugiyono menyatakan sangat terkesan dan bersyukur sekali salah satu warganya mendapat bantuan pemberdayaan. "Semoga menjadi pemicu semangat berwirausaha bagi remaja remaja lainya di wilayah kami" kata beliau. Program senyum mandiri seperti ini bukan kali pertama digulirkan di Desa Kembang, akhir bulan Mei kemarin juga digulirkan program pemberdayaan ekonomi kelompok usaha mandiri rumah jahit.