WHAT'S NEW?
Loading...

Gas Langka, Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji

Keterangan foto: Ilustrasi

Boyolali - Beberapa hari belakangan terjadi kelangkaan tabung gas elpiji khususnya tabung gas berukuran 3 kilogram. Untuk mengatasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah melakukan operasi pasar (OP) khusus elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram salah satunya  di Balai Desa Salakan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, Rabu (16/8), guna memastikan tidak terjadi kelangkaan elpiji.

Kegiatan OP elpiji bersubsidi tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Salakan Teras dengan membawa tabung kosong ke balai desa untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg dengan harga Rp15.500 per tabung.

Menurut Ndaru Trilaksono, dengan digelar OP elpiji 3 kg tersebut warga sangat antusias dengan harga Rp15.500 per tabung karena sebelumnya mereka kesulitan mencari elpiji. OP elpiji di Salakan ini, dikirim sebanyak 560 tabung dan warga dibatasi membeli dua tabung terlebih dahulu.

"Warga sangat antusias mengikuti OP elpiji yang digelar oleh Pertamina di Desa Salakan. Mereka yang diutamakan untuk kebutuhan rumah tangga terlebih dahulu," kata Ndaru.

Muslim Dharmawan selaku Kepala Kantor Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah mengatakan PT Pertamina mengadakan OP di 14 titik di Kabupaten Boyolali untuk menjawab berita yang selama ini ada kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Menurut Muslim Dharmawan 14 titik OP elpiji tersebut antara lain Kelurahan Sambi Kecamatan Banyudono, Kismoyo (Sawit), Sranten, Kiringan, Mliwis ( Cepogo), Donohudan, Guwokajen (Ngemplak), Ngesrep, Semawung, Sukorame (Simo), dan termasuk Salakan (Teras) ini.

Muslim mengatakan Pertamina yang jelas tidak ada sama sekali melakukan pengurangan kuota, sehingga terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg murni karena kebutuhan atau konsumsi warga yang meningkat khususnya di wilayah Boyolali.

"Tabung elpiji 3 kg ternyata tidak hanya dikonsumsi untuk memasak saja, tetapi juga digunakan penggerak traktor, peternakan dan sebagainya. Tabung elpiji subsidi ini, hanya dimanfaatkan untuk rakyat miskin," kata Muslim.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang sudah mampu jangan menggunakan elpiji 3 kg karena hal itu bukan haknya. Pertamina juga sudah mengeluarkan produk tabung 5,5 kg yang relatif lebih ringan dan harga terjangkau.

"Kami ada 14 titik, dan setiap titik ada dua kali masing-masing 560 tabung. Totalnya setiap titik sebanyak 1.120 tabung," katanya.

Kendati demikian, Muslim berharap dengan OP elpiji tersebut tepat sasaran untuk pengguna tabung tiga kg, dan mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kelangkaan. Masyarakat juga menyadari elpiji 3 kg untuk rumah tangga dan kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM ).

Menurut Manajer Komunikasi dan Humas Pertamina Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari indikasi sulitnya warga mendapatkan elpiji 3 kg di Wilayah Boyolali ini murni dikarenakan adanya peningkatan kebutuhan, dan faktor budaya setempat, di mana pada bulan-bulan ini sering dinamakan bulan baik untuk upacara pernikahan.

"Pertamina telah menambah fakultatif sebanyak 38.400 tabung periode penyaluran pada 12 hingga 18 Agustus 2017, dimana penyaluran normal adalah 769.480 tabung per bulan," katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan operasi pasar khusus elpiji 3 kg di wilayah Boyolali telah disiapkan sebanyak 15.120 tabung yang akan dibagi sebanyak 14 titik yang tersebar di beberapa kecamatan. 

Sumber: antarajateng.com

0 comments:

Post a Comment