WHAT'S NEW?
Loading...

Mantap... Gelanggang Atletik dan Sirkuit Gokart di Boyolali Mulai Dibangun


BOYOLALI - Gelanggang atletik dan surkuit gokart yang direncanakan Bupati Boyolali, Seno Samodro, saat ini mulai dibangun. Dua fasilitas olah raga tersebut dibangun di lokasi strategis pinggir jalan raya Solo-Semarang, tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Mojosongo. Terkait pembangunan dua fasilitas olah raga tersebut, Kasi Pengembangan Ilmu Pengetahuan Industri dan Lembaga Keolahragaan Disporapar Boyolali, Agus Sucipto mengatakan, pembangunan dilakukan tanpa tukar guling lantaran areal tanah yang digunakan seluruhnya merupakan milik Pemkab Boyolali. Sedangkan total anggaran untuk pembangunan, menurut dia mencapai Rp 3,66 miliar, terdiri dari pembangunan gelanggang atletik senilai Rp 1,422 miliar dan sirkuit gokart senilai Rp 2,24 miliar.

Saat ini, tahap awal pembangunan sudah dimulai dengan pengurukan dan pemerataan lahan, serta pembangunan talud. “Pengerjaan selama 110 hari mendatang dengan total anggaran Rp 3,66 miliar,” ungkap dia, Rabu (13/9/2017). Lebih lanjut dijelaskannya, setelah proses pengurukan dan pemerataan lahan, akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik pada tahun anggaran 2018 mendatang. Hanya saja saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan karena masih dalam pembahasan.

Agus menambahkan, nantinya selain pembangunan dua fasilitas olahraga tersebut, juga akan dibangun hotel berbintang, tepatnya di sisi paling timur. Berkaitan dengan proyek pembangunan ini, menurut Agus juga dilakukan sejumlah penyesuaian, diantaranya yakni relokasi tiga bangunan yaitu SDN Mojosongo, PAUD, dan bangunan bekas pasar buah yang mangkrak. Untuk siswa SDN Mojosongo menurut dia akan dipindahkan ke SD lain terdekat. Sedangkan untuk PAUD sudah dipindahkan ke lokasi lain tak jauh dari lokasi awal.

Saat ini di lokasi proyek, pelaksana sudah mengerahkan alat berat untuk mengeruk tanah di sisi barat untuk dipindahkan ke sisi timur, guna menguruk bekas tanah lapang. Selain itu juga terdapat alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah. Guna mengantisipasi debu, sejumlah pekerja juga menyemprotkan air untuk membasahi lokasi pengerukan dan jalur yang digunakan truk muatan melintas.

0 comments:

Post a Comment