WHAT'S NEW?
Loading...

Banyak Kontroversi, FPKS Pertanyakan Kinerja Penyelenggara Seleksi Perangkat Desa

 
Ketua FPKS DPRD Boyolali, ALi Hufroni, ST.

BOYOLALI (10/11) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kabupaten Boyolali mempertanyakan kinerja panitia penyelenggara seleksi perangkat desa Kabupaten Boyolali. Pasalnya, seleksi tersebut banyak diprotes oleh peserta dan menimbulkan kontroversi. Proses seleksi ditanggapi dengan ketidakpuasan oleh peserta. Ada beberapa hal janggal yang menyisakan pertanyaan atas kinerja panitia penyelenggara seleksi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (9/11/2017), pengumuman hasil seleksi di hampir semua wilayah Boyolali tidak sesuai jadwal, yaitu Rabu (8/11/2017). Tak sedikit peserta yang menanti di balai desa sejak Rabu siang, sore, hingga malam hari. Bahkan, di antara mereka ada yang menanti hingga Kamis (9/11/2017) dini hari.

Selain pengumuman hasil ujian yang molor, ditemukan juga kejanggalan lain seperti munculnya nilai kosong, adanya peserta yang tidak mengikuti ujian tapi nilainya tetap keluar, guru agama yang memperoleh nilai rendah untuk ujian agama, dan sarjana cumlaude yang tidak lolos ujian. Kasus lain terjadi di Desa Mlese, Juwangi, misalnya, salah satu peserta yang tidak mengikuti ujian Matematika dan Pemerintahan Desa, ternyata nilainya tetap keluar dan bahkan mengalahkan peserta seleksi lain.

Ketua Fraksi PKS DPRD Boyolali, Ali Hufroni menyatakan bahwa sudah ada beberapa aduan dari masyarakat terkait hal tersebut, “Sudah ada beberapa pengaduan yang masuk terkait seleksi Perdes ini. Ada yang melaporkan nilai ujian yang keluar agak aneh. Misalnya, ada guru agama yang nilai ujian agamanya cuma 16. Ada juga lulusan IAIN yang jago bahasa Arab, nilai agamanya hanya 28. Ini perlu diklarifikasi.”

Menanggapi kejanggalan proses seleksi yang terjadi, Ali kemudian mempertanyakan kinerja penyelenggara seleksi, “Seharusnya kejanggalan-kejanggalan ini diminimalisir. Kalau seperti ini, banyak keluhan dari masyarakat, kinerja penyelenggara seleksi perlu dipertanyakan.”