WHAT'S NEW?
Loading...

Jalur Pendakian Merbabu Ditutup, Pendaki yang Nekat Akan Dipaksa Turun

 
Spanduk Penutupan Jalur Pendakian Gunung Merbabu
Boyolali — Jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup selama sebulan mulai hari Kamis (1/2) hingga 28 Februari mendatang. Pendaki yang nekat naik akan diturunkan paksa dan dikenai sanksi ikut bersih gunung.
 Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Edy Sutiyarto menyampaikan bahwa sosialisasi penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu sudah jauh-jauh hari.
“Informasi penutupan jauh-jauh hari sudah kita sebar, bila ada yang nekat naik, dimanapun posisinya akan kita paksa turun,” katanya saat ditemui di Resor Selo, Kamis (1/2).
Dijelaskan, sanksi yang diberikan merupakan sanksi sosial yang bertujuan agar pendaki memahami tujuan dari penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu. Menurut Edy, penutupan jalur bertujuan untuk pemulihan ekosistem di kawasan TNG Merbabu.
“Ini juga untuk keselamatan pendaki, jalur pendakian banyak yang rusak, kita perbaiki,” lanjutnya.
Sementara itu, selama penutupan jalur pendakian, pihaknya melakukan pemeliharaan jalur dan bersih gunung. Pihaknya juga menggandeng sukarelawan pengelola basecamp di jalur Selo.
“Mereka kita kumpulkan untuk sosialisasi,serta pembekalan patroli dan kegiatan selama penutupan,” lanjutnya.
Sosialisasi juga dilakukan di wilayah Ampel, Wekas, Wonolelo, dan Kopeng. Di setiap tempat itu pihaknya memberikan bantuan perlengkapan seperti sepatu, kaus, topi, dan ransel

Verifikasi Faktual, PKS Boyolali Dinyatakan Memenuhi Syarat

 
Verifikasi Faktual oleh KPUD Boyolali

Boyolali - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Boyolali menerima kunjungan tim verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Boyolali hari ini, Rabu 31 Januari 2018. Tampak dalam rombongan Ketua KPUD Kab Boyolali, Siswadi Saptoharjono, anggota KPUD Ali Fachrudin dan anggota Panwaslu Boyolali, Widodo. Tim Verifikasi hadir di Kantor Sekretariat DPD PKS Boyolali Jln. Tape Baru, Mojosongo sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung disambut oleh Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, beserta segenap pengurus PKS lainnya.

Ketua KPUD Kabupaten Boyolali, Siswadi Saptoharjono dalam sambutannya menyampaikan bahwa verifikasi faktual ini merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa semua partai politik calon peserta pemilu 2019 wajib diverifikasi secara faktual.

“Menindak lanjuti putusan MK, terbit PKPU no 5 tahun 2018 tentang tahapan pemilu legislatif 2019 dan PKPU no 6 tahun 2018 tentang pendaftaran, verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu 2019.” Jelas Siswadi

Lebih lanjut, Siswadi menjelaskan bahwa yang akan diverifikasi nanti meliputi kepengurusan inti partai ditingkat kabupaten, status kantor, keterwakilan minimal 30% perempuan dalam kepengurusan dan anggota partai politik. Khusus angota parpol, diambil sampel minimal 5% dari yang terdaftar dalam Sipol dan akan dicek kesesuaian antara KTA dengan KTP elektronik anggota tersebut.

Proses verifikasi faktual sendiri berjalan dengan lancar. Dimulai dengan memverifikasi kepengurusan inti di tingkat kabupaten dengan memanggil satu persatu pengurus dan diminta menunjukkan KTA dan KTP elektroniknya dan memeriksa keterwakilan 30% perempuan dalam kepengurusan. Verifikasi kemudian dilanjutkan dengan memeriksa status kantor sekretariat dengan memeriksa dokumennya. Terakhir verifikasi anggota partai politik. Hadir dalam kesempatan ini 63 anggota partai politik yang dicocokkan kesesuaian datanya antara di KTA dengan di KTP elektroniknya.

Setelah tahapan verifikasi selesai, tim verifikasi menyatakan persyaratan verifikasi faktual oleh PKS Boyolali sudah cukup dan memenuhi syarat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Achmad menyatakan rasa syukurnya karena memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2019. “Alhamdulillah, verifikasi sudah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan lancar. Keterlibatan pengurus dan anggota yang cukup tinggi patut diapresiasi. Tentu ini menunjukkan soliditas dan semangat kader untuk menjaga eksistensi PKS di Boyolali. Kami optimis pada momentum politik 2019 suara dan kursi PKS Boyolali bertambah secara signifikan.” Pungkasnya dengan optimis.