WHAT'S NEW?
Loading...

Dalam Semalam Terjadi Dua Kasus Pecah Kaca Mobil di Boyolali

 
Foto: Ilustrasi

Boyolali — Aksi kejahatan dengan memecah kaca kembali terjadi di Boyolali. Bahkan dalam semalam, dua kejadian berlangsung dalam waktu yang tidak lama. Satu kejadian menimpa anggota Panwaslu Boyolali, Rubiyanto.

Rubiyanto sebelum kejadian memarkir mobil operasional Panwaslu Boyolali H 8740 NQ di depan Kantor Kejaksaan Negeri Boyolali, Selasa malam (20/3) pukul 18.40 WIB. Mobil kemudian ditinggal makan di warung seafood yang ada di seberang jalan.

“Saya tahunya pas kembali, ternyata kaca mobil bagian tengah telah pecah,” kata Rubiyanto, Rabu (21/3).

Setelah dicek, ternyata tasnya telah hilang. Rubi mengaku mengalami kerugian Rp 1,2 juta. “Tas sama jas paling cuma Rp 200 ribu, kaca mobilnya yang mahal,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Kapolres Boyolali AKBP Aries Andie, melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budianto, sebelum kasus yang menimpa mobil operasional Panwaslu, kasus serupa juga terjadi di Simpang Lima Voyolali, di mana korban mengalami kerugian Rp 500 ribu.

“Masih kita lakukan penyelidikan, kemungkinan pelaku berjumlah dua orang,” tandasnya.

Sumber: timlo.net

Tidak Kalah dengan Bogor, Boyolali Punya Kebun Raya Indrokilo


Destinasi wisata dan edukasi kian bertambah dengan kehadiran Kebun Raya Indrokilo. Kebun raya ini dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Meski begitu wisatawan sudah dapat mengunjungi kebun raya seluas 8,9 hektar ini. "Indrokilo ini dulu tempat orang minta penglaris untuk berdagang atau minta jabatan. Saya akan ubah image Indrakilo dengan kebun raya ini," kata Bupati Boyolali Seno Samodro saat menghadiri acara FGD Pengelolaan Kebun Raya yang modern dan berkelanjutan, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (27/2/2018). Seno menjelaskan, konsep Kebun Raya Indrokilo akan dibangun sebagai lokasi konservasi tumbuhan sekaligus hiburan rakyat. Tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian Timur menjadi tema koleksi dari Kebun Raya Indrokilo.

Selain itu juga ada berbagai taman tematik seperti tumbuhan paku-pakuan, taman labirin, rumah kaca, taman pojok energi terbaharukan, dan tempat pembibitan. "Kebun Raya Indrokilo ini masuknya gratis, tetapi dengan syarat wisatawan hanya boleh jalan kaki atau naik sepeda. Sudah disiapkan tempat parkir. Nanti juga ada Wifi 10 megabyte," jelas Seno.

Untuk menarik minat wisatawan, Kebun Raya Indrokilo juga akan dilengkapi dengan bangunan artistik seperti patung Mahesa Jenar (pahlawan dalam cerita pewayangan) setinggi 30 meter, gerbang yang terinspirasi dari Chiang Kai Shek Memorial Hall di Taiwan, dan jembatan yang fotogenik. Seno juga mengungkapkan Kebun Raya Indrokilo akan rutin menggelar acara musik dan budaya seperti musik jazz atau pentas wayang. "Harapan saya Indrokilo ini nanti bisa seperti Kebun Raya Bogor. Mari cintai alam seperti Anda mencintai diri sendiri," kata Seno. Kebun Raya Indrokilo terletak di Gunungsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Letaknya sekitar lima kilometer dari Alun Alun Lor Boyolali. Sampai saat ini Kebun Rraya Indrokilo masih dalam pengerjaan dan direncanakan rampung pada 2019.

Unggul dengan Teknologi Baru, RSUI Banyubening Resmikan Katarak Center


Operasi mata katarak dengan teknologi baru di RSUI Banyubening



Boyolali (4/3) - Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Banyubening Boyolali meresmikan Katarak Center bertempat di ruang Poli Spesilis RSUI Banyubening, Ahad (4/3). Acara dihadiri oleh segenap pengurus yayasan dan tamu undangan masyarakat sekitar rumah sakit. Peresmian Katarak Center ini ditandai dengan pelaksanaan operai katarak kepada 14 pasien dari wilayah Boyolali dan sekitarnya.

Direktur RSUI Banyubening, dr. Nurul Fithri Ishvari menjelaskan bahwa Katarak Center yang baru saja dibuka ini punya kelebihan karena menggunakan teknologi baru.

"Kami menggunakan teknologi baru yaitu teknologi operasi dengan menggunakan phaco emulsifikasi atau yang lebih dikenal dengan operasi mata tanpa dijahit. Dengan metode ini, operasi menjadi lebih cepat dan memberikan hasil yang lebih optimal, lebih cepat sembuh dan tanpa opname." Jelasnya.

dr. Nurul Fithri berharap dengan dibukanya Katarak Center di RSUI Banyubening Boyolali akan mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam mendapatkan penanganan terhadap gangguan kesehatan mata yang disebabkan oleh katarak.

Sementara itu dokter penanggung jawab Katarak Center RSUI Banyubening, dr. Sahilah Ermawati. Sp.M menyampaikan di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Lebih spesifik kasus katarak di Boyolali dan sekitarnya sangatlah tinggi. Dari screening yang dilakukan terhadap 233 orang usia diatas 40 tahun ditemukan sebanyak 95 menderita katarak.

Lebih lanjut, dr. Sahilah menjelaskan bahwa kasus katarak bisa ditangani sejak dini. Penderita tidak perlu takut operasi katarak karena dengan teknologi sekarang operasi katarak bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah.